LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Pemerintah Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro Kabupaten lampung selatan, melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang membahas ketahanan pangan bertempat di GSG Titiwangi desa setempat.
Kegiatan tersebut di pimpin langsung oleh Kepala Desa Titiwangi Sumari Ketua BPD, dan di hadiri oleh plt Camat Candipuro Ibu Sumiyati SE,Pendamping Kecamatan firman,serta berbagai perwakilan masyarakat Dan unsur pemerintahan setempat mulai dari Ketua RT, ketua RW, LPMD, Dan tokoh Masyarakat.
Disampaikan oleh Plt Camat Candipuro Sumiyati SE, bahwa Musdesus ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk meningkatkan ketahanan pangan yang menjadi salah satu visi misi utama dalam pembangunan desa.
“Karena pentingnya sektor pangan bagi kesejahteraan masyarakat dan musyawarah ini bertujuan untuk menggali potensi lokal dan mencari solusi yang tepat guna mewujudkan kemandirian pangan di Desa Titiwangi,” Jelasnya. Sabtu (03/05/2025).
Kepala Desa Titiwangi Sumari,menambahkan, ketahanan pangan merupakan program dari Pemerintah Pusat dengan menggunakan Dana Desa sebesar 20 % dari pagu Dana Desa.
Untuk itu, maka kita ada kan Musdesus sebagai salah satu upaya dalam pemetaan dalam program kegiatan Ketahanan Pangan untuk kemajuan warga. Tuturnya.
“Sedangkan dalam musyawarah yang berlangsung selama beberapa jam tersebut, sejumlah topik penting dibahas, antara lain pengembangan pertanian lokal, pemanfaatan sumber daya alam yang ada di sekitar desa, serta penguatan sistem distribusi pangan yang lebih efisien.
Selain itu, penguatan peran BUMDes juga menjadi salah satu pembahasan utama, mengingat badan usaha ini dapat menjadi penggerak utama dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
Dalam acara tersebut, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan.
“Musdesus ini adalah sarana bagi kita semua untuk berkumpul dan berdiskusi mengenai langkah-langkah yang harus kita ambil untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Bahkan Ia juga mengajak seluruh perangkat desa dan warga untuk turut berperan aktif dalam merealisasikan berbagai program yang telah disepakati.
Sementara itu, pendamping Kecamatan firman memberikan masukan terkait strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta menciptakan sistem pangan yang lebih mandiri.
“Salah satu langkah yang disarankan adalah dengan melibatkan kelompok tani dan pemuda desa dalam program pelatihan serta peningkatan kapasitas dalam bidang pertanian dan pengolahan pangan. Terangnya.
Bahkan, pengurus BUMDes Agus Heru Sutejo juga menyanpekan rencana-rencana pengembangan usaha berbasis pertanian yang dapat mendukung ketahanan pangan desa.
Melalui keberadaan BUMDes, diharapkan bisa terbentuk model-model bisnis yang memfasilitasi distribusi produk pangan yang lebih merata kepada masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.
“Oleh karena itu, Musdesus ini diharapkan dapat menjadi titik tolak untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam menghadapi tantangan Tutupnya (red/Bambang)