Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (3 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (3 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (5 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (6 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (8 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (18 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (20 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (20 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
NASIONAL 18 Juni 2021, 17:42 WIB 1,867 PDF

Penambahan Ruang Isolasi, Antisipasi RSUD Blora Alasan Tolakan Pasien Covid-19

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Penambahan Ruang Isolasi, Antisipasi RSUD Blora Alasan Tolakan Pasien Covid-19
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin
BLORA, INFODESANEWS | Beredarnya Isu Adanya pasien Covid-19 yang tidak bisa rawat inap di rumah sakit karena penuh, membuat Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si, ambil sikap. Jumat siang (18/6/2021), Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini mengumpulkan seluruh direktur rumah sakit se Kabupaten Blora.
Dengan didampingi Sekda Komang Gede Irawadi, SE., M.Si, serta Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. Sugiyanto, M.Si., Bupati meminta agar seluruh rumah sakit di Kabupaten Blora baik rumah sakit pemerintah maupun swasta bisa menambah ruang isolasi dan jumlah tempat tidur (TT) pasien Covid-19.
“Semalam kita lembur rapat sampai malam. Kita minta RSUD Blora dan RSUD Cepu untuk menambah ruang isolasi dan TT nya hingga 2/3 kapasitas yang ada secepat mungkin. Sehingga masih ada 1/3 nya untuk pasien umum. Kini kami mohon kerjasamanya untuk rumah sakit swasta juga ikut membantu ini. Jangan sampai ada lagi pasien Covid-19 tidak bisa masuk rumah sakit dengan alasan penuh,” ujar Bupati.
Hal ini perlu dilakukan, karena menurut Bupati hanya kepada rumah sakit yang ada di Kabupaten Blora lah masyarakat meminta pertolongan agar bisa sembuh.
“Mau kemana lagi kalau semuanya penuh? Tidak mungkin ke rumah sakit wilayah lain karena disana juga digunakan untuk pasiennya sendiri. Oleh karena itu kita harus mengoptimalkan potensi yang ada. Termasuk SDM atau tenaga nakesnya. Coba dibuka saja lowongan tenaga medis Covid-19,” tambah Bupati.
Bupati Arief juga meminta masing-masing RS bisa menyediakan nomor call center untuk diumumkan kepada masyarakat. Sehingga jika ada yang membutuhkan bisa langsung dihubungi tentang ketersediaan kamar.
“Tolong nanti dibuat daftar call center masing-masing rumah sakitnya juga. InshaAllah ini menjadi amal ibadah Bapak Ibu semuanya dalam melayani masyarakat kita yang sedang sakit,” pungkas Bupati.
Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama, dipandu Sekda Komang Gede Irawadi, SE., M.Si. Turut hadir Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, RS Permata, RS PKU Muhammadiyah Blora, RS PKU Muhammadiyah Cepu dan Rumkitban (DKT) Blora.
“Semalam RSUD Blora dan Cepu kita targetkan bisa menambah TT menjadi 100 unit dengan waktu 3 hari sampai Minggu, dan Senin nanti siap semuanya. Kini giliran rumah sakit swastanya. Tadi disampaikan Rumkitban bersedia menambah menjadi 35 TT, RS Permata dari 16 rencana bisa tambah 20 TT, RS PKU Blora dari 19 akan ditambah jadi 24 TT, dan RS PKU Cepu ada 13 akan ditambah 6 TT,” ungkap Sekda.
Pihaknya pun meminta penambahan ini bisa segera diselesaikan mengingat angka kasus Covid-19 di Kabupaten Blora masih mengalami penambahan. Pihaknya pun meminta agar masyarakat bisa terus memperketat kepatuhan pada protokol kesehatan 5M dan mendukung upaya 3T untuk deteksi dini guna mencegah penularan.
Berdasarkan monitoring data Dinas Kesehatan, per hari ini Jumat (18/6/2021), kasus Covid-19 mencapai 8.134 (ada penambahan 78 kasus baru dalam satu hari), 7086 diantaranya sudah sembuh, 568 isolasi mandiri, 57 dirawat di rumah sakit, dan 423 meninggal dunia. **Tim Liputan/Red.
Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi