Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (3 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (6 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (8 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (10 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (10 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (10 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (10 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 18 Desember 2025, 03:00 WIB 2,260 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Penerapan Teknologi IoT dan Rekayasa Teknik Tingkatkan Produksi Jamur di Agro Farm Sragen

Penulis: Kabiro Surakarta
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Penerapan Teknologi IoT dan Rekayasa Teknik Tingkatkan Produksi Jamur di Agro Farm Sragen
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

SRAGEN – INFODESANEWS | Farm Education Sragen menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Penerapan Teknologi IoT dan Rekayasa Teknik dalam Budidaya Jamur untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya jamur dan hidroponik melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) serta penerapan rekayasa teknik.

Tim PKM yang diketuai oleh Aan Sofyan, MPd, MSc, dengan anggota Ir. Dedy Ary Prasetya. ST. MEng, Farid Adi Prasetya, MM. MHum, dan mahasiswa septiana anggita sari serta Muhammad Ibnu Sina, secara langsung mendampingi petani di Agro Farm Sragen.

Fokus utama kegiatan adalah sistem IoT untuk budidaya jamur, yang memungkinkan pemantauan kondisi lingkungan seperti kelembaban, suhu, dan pencahayaan secara real-time. Dengan teknologi ini, petani dapat mengoptimalkan pertumbuhan jamur dan meminimalkan risiko gagal panen.

Peserta, kegiatan adalah kelompok petani lokal di agro farm menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Mereka aktif mengikuti sesi pelatihan, mencoba pengoperasian sistem IoT, serta berdiskusi mengenai strategi peningkatan produksi.

Banyak peserta merasa terbantu karena sistem IoT mempermudah pengawasan kondisi lingkungan jamur, yang sebelumnya dilakukan secara manual dan memakan waktu serta tenaga.

Selain pemantauan jamur, petani dibimbing dalam pengaturan nutrisi, sirkulasi air, dan penggunaan media tanam agar tanaman hidroponik tetap optimal. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal melalui penerapan teknologi yang efektif dan efisien.

Hasil akhir kegiatan menunjukkan bahwa penerapan IoT pada budidaya jamur membuat proses produksi menjadi lebih mudah, cepat, dan efektif. Produksi jamur meningkat signifikan karena kondisi lingkungan dapat dikontrol dengan lebih presisi.

Petani juga mampu memanfaatkan data dari sistem IoT untuk membuat keputusan berbasis informasi, sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan. Teknologi ini sekaligus mendukung keberlanjutan budidaya jamur di Agro Farm dan memberikan nilai tambah pada usaha pertanian lokal.

Kegiatan ini memberikan pengetahuan tentang budidaya jamur mencapai peningkatan 90%, ketrampilan 90% dan pemahaman ketrampilan 90%. Terimakasih kepada DRPPS UMS yang telah mendanai kegiatan pengabdian ini, dan semua pihak yang terlibat, senantiasa membawa kemanfaatan dan kemajuan bagi kita semua.

Purnomo, selaku pengelola jamur menyampaikan bahwa melalui kegiatan PKM ini petani jamur mampu meningkatkan kemandirian produksi, mendukung dalam memperkuat ketahanan pangan terutama jamur, serta mengadopsi teknologi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Program ini menjadi langkah nyata sinergi antara akademisi dan petani dalam mendorong pertanian modern jamur yang efisien dan berkelanjutan, semoga selalu bermanfaat bagi masyarakat benar benar berdampak. (*/redslo)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta

Kabiro Surakarta

Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi