SRAGEN – INFODESANEWS | Farm Education Sragen menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Penerapan Teknologi IoT dan Rekayasa Teknik dalam Budidaya Jamur untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya jamur dan hidroponik melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) serta penerapan rekayasa teknik.

Tim PKM yang diketuai oleh Aan Sofyan, MPd, MSc, dengan anggota Ir. Dedy Ary Prasetya. ST. MEng, Farid Adi Prasetya, MM. MHum, dan mahasiswa septiana anggita sari serta Muhammad Ibnu Sina, secara langsung mendampingi petani di Agro Farm Sragen.
Fokus utama kegiatan adalah sistem IoT untuk budidaya jamur, yang memungkinkan pemantauan kondisi lingkungan seperti kelembaban, suhu, dan pencahayaan secara real-time. Dengan teknologi ini, petani dapat mengoptimalkan pertumbuhan jamur dan meminimalkan risiko gagal panen.
Peserta, kegiatan adalah kelompok petani lokal di agro farm menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Mereka aktif mengikuti sesi pelatihan, mencoba pengoperasian sistem IoT, serta berdiskusi mengenai strategi peningkatan produksi.
Banyak peserta merasa terbantu karena sistem IoT mempermudah pengawasan kondisi lingkungan jamur, yang sebelumnya dilakukan secara manual dan memakan waktu serta tenaga.

Selain pemantauan jamur, petani dibimbing dalam pengaturan nutrisi, sirkulasi air, dan penggunaan media tanam agar tanaman hidroponik tetap optimal. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal melalui penerapan teknologi yang efektif dan efisien.
Hasil akhir kegiatan menunjukkan bahwa penerapan IoT pada budidaya jamur membuat proses produksi menjadi lebih mudah, cepat, dan efektif. Produksi jamur meningkat signifikan karena kondisi lingkungan dapat dikontrol dengan lebih presisi.
Petani juga mampu memanfaatkan data dari sistem IoT untuk membuat keputusan berbasis informasi, sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan. Teknologi ini sekaligus mendukung keberlanjutan budidaya jamur di Agro Farm dan memberikan nilai tambah pada usaha pertanian lokal.
Kegiatan ini memberikan pengetahuan tentang budidaya jamur mencapai peningkatan 90%, ketrampilan 90% dan pemahaman ketrampilan 90%. Terimakasih kepada DRPPS UMS yang telah mendanai kegiatan pengabdian ini, dan semua pihak yang terlibat, senantiasa membawa kemanfaatan dan kemajuan bagi kita semua.
Purnomo, selaku pengelola jamur menyampaikan bahwa melalui kegiatan PKM ini petani jamur mampu meningkatkan kemandirian produksi, mendukung dalam memperkuat ketahanan pangan terutama jamur, serta mengadopsi teknologi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Program ini menjadi langkah nyata sinergi antara akademisi dan petani dalam mendorong pertanian modern jamur yang efisien dan berkelanjutan, semoga selalu bermanfaat bagi masyarakat benar benar berdampak. (*/redslo)