Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (11 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
NASIONAL 06 Juli 2023, 10:12 WIB 2,263 PDF

Pengentasan Kemiskinan Bukan Mengejar Peringkat

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pengentasan Kemiskinan Bukan Mengejar Peringkat
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI, INFODESANEWS | Rapat Koordinasi Penangangan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Pati pada Rabu (5/7/23) yang dihadiri langsung oleh Sekda Pati Jumani, Kepala OPD, PPSD Wilayah Muria Kendeng, Ketua Baznas, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, serta Camat se Kabupaten Pati.

Menurut data BPS, angka kemiskinan di Kabupaten Pati tahun 2022 sebesar 0,86% atau sejumlah 10.860 KK yang tersebar di 21 Kecamatan. Sementara itu, update data terakhir dari Dinas Sosial P3AKB ada pengurangan jumlah Penduduk Miskin Ekstrem yaitu sebanyak 10.247 KK setelah disinkronkan dengan data kependudukan.

Saat menyampaikan sambutan Pj Bupati Pati, Sekda Pati Jumani berharap perangkat daerah untuk melaksanakan pendampingan dan intervensi sebagai upaya percepatan penanganan kemiskinan ekstrem, dengan menggunakan konsep kolaborasi.

“Upaya yang dapat dilakukan perangkat daerah adalah mendorong peran Perusahaan, CSR, BUMN/BUMD dan lembaga lainnya yang mendukung penanggulangan kemiskinan ekstrem di desa,”  kata Jumani selaku Sekda Pati saat diwawancarai awak media.

Selain itu, dapat dilakukan koordinasi guna memanfaatkan sumber pembiayaan non APBD seperti BAZNAS, BASDA, Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shodaqoh (UPZIS) atau penggalangan donasi di lingkungan kerja.

Sekda Pati berpesan kepada seluruh elemen baik stakeholder internal maupun eksternal menguatkan komitmen serta mampu bersinergi dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem. Karena kemiskinan ekstrem adalah permasalahan struktural dan multi dimensi sehingga pelibatan lintas sektoral sangat dibutuhkan.

“Mudah-mudahan melalui melalui Gerakan Pendampingan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang kita upayakan bersama dapat mencapai sasaran dan target penanganan kemiskinan ekstrem di seluruh Kabupaten Pati.

Jumani menegaskan bahwa gerakan pengentasan kemiskinan ini bukan semata mengejar peringkat, meskipun di tingkat Nasional angka kemiskinan Kabupaten Pati dalam kategori Zona Hijau.”Point pentingnya, ini merupakan tugas dan kewajiban kita bersama dalam menyejahterakan masyarakat”, cetus Sekda Pati.(@Gus Kliwir)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi