Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (1 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (3 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (3 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (8 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (9 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (10 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (11 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (11 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (18 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (18 jam yang lalu)
INFODESA 21 Juni 2024, 21:05 WIB 2,300 PDF

Penyakit Lato Lato Pada Sapi Kembali Muncul

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Penyakit Lato Lato Pada Sapi Kembali Muncul
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Penyakit Lato-lato Kembali Muncul, Pedagang-Peternak Sapi Yang Ada Di Dusun 003 Desa Trimomukti Kecamatan Candipuro kabupaten Lampung Selatan Resah

Wiji (40) warga dusun 3 Desa Trimomukti Kecamatan Candipuro mengatakan, munculnya kembali penyakit lato lato di hewan khusus sapi sangat meresahkan para pemilik ternak sapi.

“Penyakit lato-lato kembali muncul dan sangat meresahkan khususnya para pemilik ternak sapi.”kata dia pada infodesanews.com,Jum’at ( 21/6/2024 ).

Munculnya penyakit kulit berbenjol atau lumpy skin disease (LSD) ini perlu mendapatkan perhatian. Sebab, dapat menular ke ternak lainnya.

Menurutnya jika tidak tertangani, lato-lato atau kulit berbenjol akan mudah meletus. Jika meletus akan mudah dihinggapi lalat. Lalat inilah yang kemudian dapat menyebarkan ke ternak lain.

“Kalau tidak tertangani, sapinya bisa kurus. Bahkan, kalau parah bisa mati mas,”ujarnya.

Ia juga mengatakan sapi miliknya  terkena penyakit lato-lato.

“Saya berharap adanya peran pemerintah khususnya dinas peternakan dan kesehatan hewan dapat segera melakukan vaksin hewan. Makanya saya menyampaikan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada para peternak. Agar tidak takut sapinya divaksin,” ujarnya.

“Padahal kandang milik kami sangat bersih dan penyemprotan pun saya rutin tapi gimana lagi mas yang nama nya penyakit lato lato saya sendiri yang punya ternak tidak tau, dan tau tau saya melihat ternak sapi saya ada banyak benjolan di hewan sapi milik saya sendiri,” Tutupnya ( Bambang ).

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi