Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (5 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (8 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (10 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (12 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (12 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (12 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (13 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 04 Mei 2024, 10:52 WIB 428 kali dibaca ~1 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Pera Petani Keluhkan Anjloknya Harga Gabah dan Sulitnya Pupuk Bersubsidi

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pera Petani Keluhkan Anjloknya Harga Gabah dan Sulitnya Pupuk Bersubsidi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Para petani di Kecamatan Candipuro kabupaten Lampung Selatan, keluhkan turunnya harga gabah di musim panen raya kali ini dan di perparah dengan sulitnya mendapatkan pupuk.

Man, salah seorang petani di Sidoasri, mengatakan, harga gabah kering di tingkat petani sekitar Rp 6400 per kilogram.

“Harga gabah kering turun, biasanya mencapai Rp 7000 ribu per kilogram. Sekarang pengepul menerima Rp6400 per kilogramnya,” kata dia pada infodesanews.com, Sabtu ( 4/5/2024)

Menurutnya di tengah harga gabah yang kembali anjlok, dia dan petani lainnya juga sulit mendapatkan pupuk.

“Susah ya, sekarang mesti harus foto dan membawa KTP,serta di tanya garapan nya berapa kebutuhan pupuk berapa,” cetusnya.

Ia menuturkan, pupuk non subsidi juga sekaramg sulit didapatkan di warung-warung atau agen pupuk.

“Walaupun, pupuk non subsidi tidak sulit didapat. Kalau kurang pupuk berpengaruh juga terhadap hasil panen,” tuturnya.

Ia berharap kesulitan mendapatkan pupuk di tengah anjloknya harga gabah dapat segera ada solusi.

Semoga saja ada solusi dari pemerintah, di sini kan sebagian besar petani belum memiliki kartu tani. Jadi sulit mendapatkan pupuk subsidi karena terkendala kartu tani.

“Untuk pengoprasional panen padi aja kalau padi roboh itu biyaya naik dan untuk penjualan padi anjlok”, tutupnya ( Bambang )

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi