Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (7 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (10 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (12 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (14 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (14 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (14 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (15 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 01 Februari 2018, 07:41 WIB 2,181 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Pesan Prof Abdul Jamil Dalam Khutbah Shalat Gerhana Bulan di MAJT

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pesan Prof Abdul Jamil Dalam Khutbah Shalat Gerhana Bulan di MAJT
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Fenomena gerhana bulan atau pun matahari murni datang dari Allah Swt. Fenomena tersebut tidak memiliki hubungan dengan suatu musibah atau pun mitos. Hal itu diungkapkan Prof Dr Abdul Jamil saat memberikan khotbah shalat gerhana bulan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajah Raya Semarang, semalam (31/01/2018) “Peristiwa gerhana merupakan kekuasaan Allah, tidak berkaitan dengan musibah atau pun mitos,” kata Abdul Jamil mengawali khotbah.

Guru Besar Ilmu Hadits UIN Walisongo Semarang tersebut mengingatkan agar adanya peristiwa gerhana tidak boleh dikaitkan dengan suatu kejadian tertentu. Kepada para jamaah, dihimbau untuk mengisi momen tersebut dengan memperbanyak berdoa, membaca takbir, tahmid dan shalawat Nabi, “Alangkah baiknya kita isi dengan bacaan tahmid, takbir dan banyak berdoa kepada Allah,” tuturnya.

Di akhir khotbahnya, Profesor yang juga menjabat sebagai Dirjen Bimas Kemenag RI, berharap dengan adanya fenomena alam tersebut mampu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, serta mensyukuri anugerah yang telah diberikanNya, “Semoga kita semua bisa memetik hikmah ini, setidaknya meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah,” harapnya.

KH Makmun Ahmad Alhafidz bertindak sebagai Imam shalat gerhana yang diikuti oleh sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan pejabat tingkat Jawa Tengah dan Kota Semarang seperti, mantan Gubernur Jateng, Ali Mufiz, Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Darodji, Ketua Syuriah NU Jateng, KH Ubaidillah Shodaqoh, Ketua Syuriah NU Kota Semarang, KH Hanif Ismail, pengasuh Ponpes Al Islah, KH A Hadlor Ihsan, KH Anshom, KH Muhyidin, KH Ahmad Izzudin, Istajib dan sejumlah tokoh lainnya.

Meski sempat diguyur hujan, shalat gerhana berjalan dengan penuh khidmat tanpa satupun yang meninggalkan tempat. Sekitar 6000 jamaah dengan antusias mengikuti pelaksanaan dari awal sampai akhir. Untuk mensukseskan kegiatan tersebut, 300 personil banser disiagakan oleh PC GP Ansor Kota Semarang.(Hidayat/rifqi/yn)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi