Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (19 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (22 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 21 Februari 2019, 06:39 WIB 1,185 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Petani Desa Jatiklampok Gembira Sambut Panen Raya Jagung

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Petani Desa Jatiklampok Gembira Sambut Panen Raya Jagung
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS.COM – Mulai bulan Januari sampai Maret 2019, Kabupaten Blora memasuki masa panen raya jagung yang ditanam pada musim tanam I, dimana sebagian besar jagung-jagung tersebut ditanam di lahan hutan.

Hari ini, Selasa (19/2/2019) telah dilakukan panen raya jagung di Desa Jatiklampok, Kecamatan Banjarejo yang dihadiri oleh Bupati Blora Djoko Nugroho beserta Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Drh. I Ketut Diarmita, MP.

Panen raya di Desa Jatiklampok dalam masa puncak panen ini menghasilkan produksi jagung sebanyak 7 sampai 7.5 ton per hektar dengan lahan panen seluas 160 hektar. Tidak berapa lama lagi, akan segera dipanen jagung dengan lahan seluas 140 hektar.

Atas panen yang melimpah ini, Djoko Nugroho mengungkapkan perasaan senangnya dan dia berharap panen seperti ini dapat terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Blora, karena Kabupaten Blora memang dikenal sebagai sentra jagung di Jawa Tengah dengan jumlah produksi terbesar ke dua se-Jawa Tengah setelah Grobogan. Pada tahun 2018, total luas panen jagung di Kabupaten Blora seluas 70.319 hektar dengan produktivitas rata-rata sebanyak 5.8 ton per hektar.

“Sungguh saya merasa sangat bahagia melihat panen jagung hari ini. Terima kasih kepada para petani, dinas terkait, Adm KPH Perhutani yang telah menyediakan lahan untuk ditanami jagung,” ungkapnya.

Namun di balik rasa bahagianya, kepada Dirjen I Ketut Diarmita, Djoko Nugroho menyampaikan keluhan yang banyak dirasakan oleh para petani ketika musim panen tiba, yaitu anjloknya harga komoditas pertanian.

“Kebetulan di sini ada Pak Dirjen, kami mohon bantuannya agar petani-petani Blora mendapat harga jual yang baik untuk hasil panennya ini,” harap Djoko Nugroho.

Menanggapi hal tersebut, I Ketut Diarmita berinisiatif untuk memotong rantai distribusi penjualan jagung dari petani kepada konsumen, dalam hal ini adalah produsen pakan ternak.

“Di sini juga hadir perusahaan feedmill, seperti Charoen Pokphand dan Japfa. Langsung saja kita bikin kesepakatan harga antara petani dan feedmill,” ujarnya.

Dari hasil kesepakatan spontan tersebut, telah ditetapkan harga pembelian di petani tidak lebih rendah dari harga acuan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96 Tahun 2018 dan hasil panen hari ini dapat langsung dijual dari petadi kepada perusahaan feedmill. Untuk jagung dengan kadar air 31-35%, feedmill akan membeli dari petani seharga Rp.2500,00/kg, sedangkan untuk jagung dengan kadar air 26-30% akan dibeli seharga Rp.2800,00/kg.

Hal ini merupakan sebuah kegembiraan tersendiri bagi para petani jagung di Kabupaten Blora, dan mereka seolah mendapat rejeki berlipat ganda. Pasalnya, sekarang mereka dapat menjual komoditas pertaniannya dengan harga terbaik, tidak anjlok seperti sebelumnya akibat ulah tengkulak.

Para petani berharap, penjualan komoditas pertanian mereka terus mendapat harga terbaik di masa yang akan datang.

Setali tiga uang, Edi Budiman, perwakilan dari PT Charoen Pokphand menyatakan kesiapannya membeli komoditas pertanian langsung dari petani-petani di Kabupaten Blora. Dengan demikian, harapan para petani untuk mendapat harga jual terbaik dapat terwujud di masa yang akan datang. Pihak PT. Charoen Pokphand juga menyediakan 2 unit Mobile Corn Dryer yang stand bye selama satu minggu untuk memudahkan petani langsung menjual hasil panennya.

Di akhir acara, Bupati, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan beserta rombongan bersama-sama menyaksikan demo Mobile Corn Dryer yang mampu mengeringkan 1 ton jagung setiap jamnya.

Hadir dalam acara ini para pejabat Kementan RI, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda Blora, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, Kepala Bulog Subdivre Pati dan Adm KPH Blora.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi