Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (58 menit yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (3 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (4 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (4 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (8 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (9 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (10 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (10 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (12 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (16 jam yang lalu)
INFODESA 06 Desember 2024, 15:31 WIB 1,108 PDF

Peternak Kambing di Candipuro Olah Limbah Daun Singkong Jadi Pakan Permentasi

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Peternak Kambing di Candipuro Olah Limbah Daun Singkong Jadi Pakan Permentasi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS– Peternak yang ada di Dusun 004 Desa Titiwangi kecamatan Candipuro kabupaten Lampung Selatan memanfaatkan limbah dari daun singkong dan lain sebagainya untuk difermentasi kan sebagai pakan ternak.

“Peternak asal dusun 004 Desa Titiwangi Kecamatan candipuro Jamaludin ( 31 ) mengaku mulai manfaatkan limbah daun singkong dan lainnya untuk bahan pakan ternak kambing.

Keuntungan pemanfaatan limbah dari daun singkong di informasikan sebagai pakan ternak, karna untuk biaya pakan sangat hemat,” jelas Kata jamaludin Peternakan Kambing PE dan kambing jawa. Jum’at ( 6/12/2024).

“Dibanding ampas tahu bahan pakan sebelumnya, petani muda itu bisa menghemat 30-40 persen biaya pakan untuk 40 ekor kambing jenis PE dan kambing jawa

Dalam sehari, untuk populasi 40 ekor kambing, kami mengaplikasikan sekitar 50 kg solid dengan komposisi ; serat hijauan 60 kg dan konsentrat olahan 45 kg,” ujarnya.

Selain menghemat pakan, menurut jamal, ada dampak positif lain, terutama untuk kesehatan ternak, misalnya ; tampilan lebih bugar, bulu mengkilat, hingga bobot bertambah.

Alasan berpindah ke solid sejak januari tahun 2023 lalu, karena biaya pakan menggunakan ampas tahu dinilai sudah tidak ekonomis ditambah sulit dicari di wilayah kecamatan Candipuro Kabupaten lampung selatan

“Dulu ampas tahu cuma Rp25 ribu per 50kg. Sekarang, Rp 60 ribu per 50 kg dan itu pun sering kosong karena banyak yang berebut untuk pakan ternak. Bila menggunakan ampas tahu, sehari membutuhkan 50 kg untuk 40 ekor kambing,” ujarnya.

Setelah merasakan manfaat dari solid, dia berencana terus berinovasi membuat pakan ternak alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.

Apabila harga ampas tahu sudah turun dan mudah untuk didapatkan. Ke depan akan kita padukan dengan limbah daun singkong Tidak hanya untuk ternak kambing, ikan pun juga bisa,” ujarnya.

“Kita coba buat pakan yang tidak kalah dari pakan olahan pabrikasi,” ujarnya.

pengolahan difermentasi sebagai pakan ternak, salah satunya berada di wilayah kandang kambing miliknya.

Melihat potensi ketersediaan bahan pakan murah itu, sebagai orang pertama yang memanfaatkan limbah daun singkong dan lain lainnya,jamal mengajak peternak lain untuk mengikuti jejaknya,” tutup nya ( Bambang ).

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi