Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (5 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (6 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (7 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (12 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (12 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (14 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (14 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (15 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (22 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (22 jam yang lalu)
INFODESA 24 Juni 2020, 16:48 WIB 780 PDF

PGRI JATIM : TERUS BANGUN SINERGI LEMBAGA, GURU, ORTU DAN SISWA UNTUK PJJ

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

PGRI JATIM : TERUS BANGUN SINERGI LEMBAGA, GURU, ORTU DAN SISWA UNTUK PJJ
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SURABAYA, INFODESANEWS – PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Provinsi Jawa Timur berharap lembaga pendidikan, kepala sekolah, guru, orang tua dan siswa terus bersinergi membangun semangat PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), baik jenjang pendidikan dasar dan menengah, meski wabah virus covid-19 belum reda.

Demikian ditegaskan Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur, Teguh Sumarno, menjawab pertanyaan awak media (24/6) sehubungan masih belum jelasnya kapan para suswa-siswi masuk sekolah untuk pembelajaran memgingat belum ada kepastian dari pemerintah.

“Pembelajaran Jarak Jauh harus kita maksimalkan supaya mendapat hasil maksimal, sehingga kita jangan terlena dengan ketidakpastian masuk, tapi sebaliknya membangun semangat sinergi itu yang paling utana dan kita kedepankan,”ujar Teguh Sumarno yang dikenal energik dengan terobosan dan jiwa membangun pendidikan.

Dimintai tanggapan tentang PJJ di masa pandemi, Kepala Biro Kesejahteraan Sosial, Hudiyono, sepaham dengan Teguh Sumarno. ‘Memang PJJ itu membutuhkan sinergi yang kuat antara lembaga, kepsek, guru, ortu supaya bisa segera teratasi bila ada kendala-kendala yang muncul di lapangan.

Sementara itu, Dr.Suroto, Dosen Unesa mengatakan tugas satuan pendidikan adalah membantu peserta didiknya agar dapat belajar secara optimal sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya.

Pada masa pandemi covid-19 ini tentu saja satuan pendidikan di zona kuning dan merah masih harus mengandalkan pembelajaran jarak jauh (siswa belajar dari rumah).

Meskipun tidak semudah ketika tatap muka di kelas, sekolah/ satuan pendidikan perlu memastikan seluruh siswanya mendapatkan materi belajar yg berkualitas, asyik dalam menjalani proses belajar, dan mendapatkan balikan serta penilaian dari gurunya. Tentu saja kehandalan kepala sekolah dalam menjamin kesiapan sarpras daring, tenaga IT, guru, pendanaan, dan pengelolaan sumber daya menjadi modal pertama bagi kesuksesan sekolah.

Selanjutnya kepiawaian guru dalam berkomunikasi dengan wali murid dan siswanya dalam mentransfer materi dan prosedur belajar menjadi penentu hasil belajar siswa.

Perubahan tempat dan suasana belajar tentunya akan membuat guru tetap sibuk mencari materi dan metode belajar yang paling tepat untuk para siswanya. Oleh karena itu dalam suasana apapun, keberhasilan tim satuan pendidikan dalam membantu siswa untuk terus belajar merupakan indikator utama keberhasilan satuan pendidikan.

Peran orang tua sangat vital karena perlu memotivasi agar anaknya setiap hari selalu siap menerima materi dan belajar sesuai dengan yang digariskan oleh gurunya.

Seharusnya orang tua dan guru sudah kompak dan selalu berdiskusi dalam membantu siswa belajar
.
Kalau tidak, maka akan mungkin terjadi ada pekerjaan siswa yg dikerjakan oleh orang tuanya atau orang lain dan gurunya tidak tahu sehingga siswa sama sekali tidak mengalami pembelajaran yang semestinya.

Hal ini bisa terjadi jika guru belum siap dalam mengendalikan pembelajaran jarak jauh.#

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi