Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (6 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (8 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (8 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (13 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (14 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (16 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (16 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (16 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (1 hari yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (1 hari yang lalu)
INFODESA 24 September 2022, 14:07 WIB 2,604 PDF

Pj Bupati Pati Apresiasi Pendampingan dan Fasilitasi Penderita Hemofilia

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pj Bupati Pati Apresiasi Pendampingan dan Fasilitasi Penderita Hemofilia
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI – Di Aula RSUD Soewondo Pati, Rabu (21/9), Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menghadiri pertemuan ilmiah World Federation Hemophilia (WFH).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Kepala DKK, Direktur RSUD RAA Soewondo Pati dan para tamu undangan.”Pj Bupati Henggar mengucapkan terima kasih kepada Direktur RSUD RAA Soewondo Pati yang telah bekerjasama dengan World Federation Hemophilia (WFH), Perhimpunan Hematologi dan Tranfusi Darah Indonesia ( PHTDI ) Jawa Tengah dan Himpunan Masyarakat Hemophilia Indonesia (Indonesia Hemophilia Society) demi terselenggaranya kegiatan ini.

Henggar pun menyambut baik pertemuan ilmiah ini sekaligus mengapresiasi sinergitas yang telah terjalin dengan baik diantara para stakeholder.

“Kami pun mengapresiasi berbagai kontribusi yang telah diberikan dalam memfasilitasi dan memberikan perhatian serta pendampingan terhadap penderita hemofilia”, tambah Pj Bupati.

Menurut data yang ada, sambung Henggar, pasien hemofilia yang rutin berobat di RSUD RAA Soewondo berjumlah 12 orang. “Secara kuantitas memang terbilang sedikit, namun meski demikian tetap tidak boleh disepelekan”, tegasnya.

Itu lantaran efek yang ditimbulkan dari penyakit hemofilia cukup berat dan sudah pasti akan berdampak pada kualitas hidup pasien apabila tidak mendapatkan pendampingan, perawatan dan penanganan sesuai dengan standar medis dan protokol yang ada.

“Seperti yang kita ketahui bersama, meski tergolong langka hemofilia tergolong penyakit katastropik, dimana penderitanya rentan mengalami pendarahan berulang yang berpotensi mengakibatkan kecacatan bahkan kematian”, jelasnya.

Karena itu, menurut Henggar, pertemuan ilmiah seperti ini perlu diselenggarakan secara rutin sebagai bentuk dukungan kepada para pasien sekaligus sosialisasi kepada masyarakat terkait hemofilia.

“Karena bisa saja di luar sana masih banyak masyarakat yang belum memahami karateristik dan penanganan penyakit ini sehingga dimungkinkan data yang kita miliki terkait jumlah penderita hemofilia tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan”, terang Pj Bupati.

Dengan adanya diseminasi terkait hemofilia seperti ini, Henggar berharap masyarakat semakin teredukasi sehingga apabila ada yang memiliki gejala hemofilia dapat memeriksakan diri ke unit pelayanan kesehatan terdekat agar mendapat penanganan yang tepat dan memadai.

“Pemerintah Kabupaten Pati berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait, berkomitmen sepenuhnya untuk mendorong terwujudnya implementasi standar layanan yang memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan bagi pasien hemofilia terutama terkait aspek ketersediaan obat, fasilitas dan mekanisme pembiayaan”, sambung Pj Bupati.

Hal itu, menurut Henggar, karena penanganan hemofilia yang optimal bukan hanya membutuhkan dukungan medis namun juga dari sisi kebijakan. (@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi