Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (6 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (8 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (8 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (14 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (14 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (16 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (16 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (16 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (1 hari yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (1 hari yang lalu)
INFODESA 28 Januari 2019, 06:56 WIB 1,972 PDF

PMI Dukung Ketahanan Masyarakat Hadapi Bencana

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

PMI Dukung Ketahanan Masyarakat Hadapi Bencana
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SEMARANG, INFODESANEWS – Wakil ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang bidang kerelawanan, Dr. dr. Awal Prasetyo, MKes, menekankan pentingnya perubahan paradigma penanggulangan bencana bergeser dari tanggap darurat kepada pendekatan mitigasi dan awareness atau preparedness. Dengan demikian, ketahanan masyarakat menghadapi bencana bisa ditingkatkan.

“Tenaga Sukarela ini sangat dibutuhkan untuk merubah paradigma masyarakat tentang bencana. Dari penanggulangan ke pencegahan dan persiapan mengadapi resiko munculnya bencana,” kata Awal saat diwawancarai awak media di markas PMI Kota Semarang, Jalan MGR. Soegijo Pranoto, Kota Semarang, Minggu (27/1/2019).

Meski bukan hal mudah, menurut Awal, menumbuhkan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk melindungi diri sendiri dari ancaman dan resiko bencana dapat diproses melalui community-based disaster management.

“Menumbuhkan kesadaran masyarakat memang tidak mudah. Karena itu menjadi tenaga sukarela melalui orientasi kepalangmerahan itu menjadi penting,” ujarnya.

Awal melanjutkan, dengan pelatihan yang ada, PMI memberikan pengetahuan dasar mengenai ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana dari sebelum terjadi bencana, saat terjadi bencana, maupun pasca bencana. Demikian diungkapkan seusai acara Orientasi Kepalangmerahan bagi anggota baru Tenaga Sukarela (TSR) PMI Kota Semarang

Langkahnya secara kongkrit, terangnya, dengan memberikan peran pada tenaga sukarela untuk mendampingi masyarakat dalam perencanaan sekaligus menjadi penghubung terhadap stakeholder yang ada. Sehingga melalui lembaga yang ada, TSR PMI bisa mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengurangan risiko dari adanya bencana.

Sementara, sekretaris PMI Kota Semarang, Surachman, SIp mengungkapkan, harapan adanya kegiatan tersebut dapat mengembangkan kehadiran PMI di tengah masyarakat.
“Harapan saya untuk pengembangan PMI yang lebih dekat lagi dengan masyarakat,” kata Surachman, “Semoga semakin banyak orang yang dengan sukarela menjadi bagian dari PMI masuk ke TSR. Dengan demikian, PMI dapat membatu masyarakat sesuai kebutuhan. TSR sebagai salah satu ujung tombak PMI sangat dibutuhkan dan keahliannya saat terjadi bencana,” urainya.

Surachman melanjutkan, banyak minat masyarakat dalam mengakses pelatih dari PMI juga bisa dimanfaatkan para anggota TSR untuk memanfaatkan ilmu yang telah dimiliki dengan berbagi pengetahuan bagi masyarakat.

“Semakin banyak yang membantu untuk mencukupi kebutuhan pelatihan-pelatihan di masyarakat di sekolah, maka citra organisasi PMI di masyarakat juga semakin baik,” ungkapnya.

“Ya minimal masyarakat tahu dan paham tentang Kepalang Merahan dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan di PMI. Kalau ada minimal 20 persen dari jumlah penduduk Kota Semarang yang berusia dewasa mengenal PMI, banyak persoalan kemanusiaan yang cepat teratasi,” tutupnya. (rifqi)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi