Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (5 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (7 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (9 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (9 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (9 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (9 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 05 Oktober 2020, 16:50 WIB 2,297 kali dibaca ~1 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Polda Metrojaya Siagakan 9.346 Personel Antisipasi Demo Buruh Di Gedung DPR

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Polda Metrojaya Siagakan 9.346 Personel Antisipasi Demo Buruh Di Gedung DPR
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

JAKARTA, INFODESANEWS – Polda Metro Jaya memastikan tidak memberikan izin demo buruh yang direncanakan dilakukan di depan Gedung DPR hari ini. Senin (05/10/2020) Meski begitu, Polda Metro Jaya telah menyiagakan 9.346 personel gabungan untuk mengantisipasi adanya demo tersebut.

“Total ada 9.346 personel terdiri dari Polri 7.559 personel, TNI sebanyak 1.490 personel dan Pemda serta Jasamarga 297 personel,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya

Polri mengimbau massa buruh untuk tidak turun ke jalan guna mencegah munculnya klaster baru Corona. Selain itu, sebagai langkah preventif, para personel tersebut akan melakukan patroli di titik-titik keberangkatan para serikat buruh yang akan menuju gedung DPR tersebut.

“Kita sudah lakukan himbauan sebagai pre-emtif dan preventif dengan melakukan patroli, saat ketemu mereka semua kita minta pulang mereka semua.” Ucap Kabid Humas.

Sebelumnya diberitakan, Serikat Pekerja sepakat untuk melakukan aksi mogok nasional sebagai bentuk penolakan terhadap omnibus law RUU Cipta Kerja. Mogok nasional rencananya dilakukan selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 6 Oktober sampai 8 Oktober 2020 saat sidang paripurna.

Mogok nasional disebut akan diikuti lebih kuang 5 juta buruh di ribuan perusahaan yang tersebar di 25 provinsi dan 300 kabupaten/kota. Sebagai bentuk protes buruh terhadap pembahasan RUU Cipta Kerja yang dinilai lebih menguntungkan pengusaha ketimbang buruh.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi