Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (2 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (5 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (12 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (12 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (14 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (15 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (16 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (1 hari yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
NASIONAL 27 Februari 2022, 18:51 WIB 1,870 PDF

Polri Menghadapi Berbagai Tantangan Disrupsi

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Polri Menghadapi Berbagai Tantangan Disrupsi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

MEDAN,INFODESANEWS.COM – Akademisi Dr Alpi Sahari, SH. M.Hum mengatakan, membangun “nation and character building” di era transformasi Polri yang PRESISI merupakan tantangan yang tidak ringan.

Menurutnya, Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Pol. Listiyo Sigit Prabowo menghadapi berbagai tantangan disrupsi dengan dinamika tersendiri.

“Tantangan ini antara lain meliputi era metaverse dan pengembangan artificial intelegence yang tentunya harus diikuti dengan kompetensi SDM Polri melalui pendidikan pembentukan dan pendidikan pengembangan,” ujarnya di Medan, Sabtu (26/2).

Dikatakan, pendidikan tentunya dimulai dari tahap seleksi untuk menentukan kelulusan sesuai dengan standar berdasarkan prinsip transparansi dan responsibilitas. “Artinya bahwa pembentukan nation and character building bagi SDM Polri harus dimulai pada tahapan seleksi yang ditindaklanjuti pada lembaga Pendidikan,” sebut Dr Alpi Sahari yang sering diminta Polri sebagai saksi ahli di sidang praperadilan.

Tantangan dan karakter dasar nilai jika tidak ada keseimbangan akan melahirkan “cultural shock” atau “cultural lag”. “Pemaknaan reward berupa penghargaan, kuota khusus Kapolri tidak hanya sebatas ditujukan dengan menilai kepentingan profesi dan organisasi, namun juga pengabdian dalam kerangka nation and character building.” ujar Dr Alpi Sahari.

Menurutnya, ketika berbicara tentang era disrupsi, catatlah bahwa trennya bukan sekedar inovasi dan revolusi teknolog informasi (TI) “Tetapi menurut Francis Fukuyama perhatikan fenomena the great destruption yaitu kekacauan sosial besar-besaran dalam lanscape kebudayaan manusia,” ujarnya.

Dia menyebut contoh yang dikutip dari tulisan Haedar Nashir Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah “Membangun Moralitas Bangsa—seperti terjadi di Amerika Serikat yang telah mengalami pergeseran besar selama tiga dekade terakhir dalam struktur sosialnya, kriminalitas meluas, kepercayaan menipis, keluarga berantakan dan individualisme mengalahkan komunitas.(@Bink)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi