LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di berbagai daerah kembali menghadapi permasalahan terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026.
Membludaknya jumlah pendaftar membuat daya tampung sekolah tak mencukupi, hingga memicu kegelisahan para orang tua yang anaknya belum mendapat tempat di sekolah pilihan.
Di SD Negeri 03 Jatimulyo Kecamatan Jatiagung, misalnya, jumlah pendaftar yang masuk tercatat 90 orang, padahal daya tampung hanya 40 siswa. Alhasil, puluhan calon peserta didik tidak dapat diterima.
Sejumlah orang tua yang anaknya belum masuk sekolah negeri mulai mengeluhkan terbatasnya daya tampung ini. Mereka mendesak pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan segera mengambil langkah dengan menambah jumlah kuota peserta didik.
“Kami khawatir anak tidak mendapat sekolah yang dekat dengan rumah. Mohon pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dapat meninjau kembali jumlah daya tampung agar dapat menampung lebih banyak peserta didik,” ungkap salah seorang wali murid.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SD Negeri 03 Jatimulyo, Anna Maryana,menjelaskan bahwa pihak sekolah sudah berusaha semaksimal mungkin menyalurkan peserta didik sesuai dengan daya tampung yang tersedia. Namun pihak sekolah juga siap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mencarikan solusi bersama.
“Kami pastikan pelaksanaan seleksi dilakukan dengan mengutamakan sistem zonasi, usia calon peserta didik, dan syarat-syarat lainnya sesuai dengan aturan dari Dinas Pendidikan. Penerimaan peserta didik dilakukan berdasarkan jumlah ruang kelas yang tersedia, sesuai dengan aturan.”kata dia pada infodesanews.com, Jum, at (20/6/2025)
Dijelaskan,Penerimaan siswa juga harus disesuaikan dengan jumlah lokal kelas yang kami miliki. Saat ini sekolah kami hanya dapat menampung 40 peserta didik sesuai dengan jumlah dan kapasitas ruang kelas yang tersedia.
“Sedangkan pendaftar melebihi hingga mencapai 90 orang.Ya kalau saya sih maunya diterima semua, tapi semuanya terbatas dengan aturan, tapi akan kami koordinasikan dengan Dinas untuk mencari solusinya.”imbuhnya. (Red/Ronal)