Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (6 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (6 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (8 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (9 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (10 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (21 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (22 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (22 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
NASIONAL 14 Juli 2021, 12:09 WIB 2,589 PDF

PPKM Darurat ke 10 Hari, Bupati Pati Monitoring Pusat Kerumunan

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

PPKM Darurat ke 10 Hari, Bupati Pati Monitoring Pusat Kerumunan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI,Infodesanews.com – Bupati Pati Haryanto bersama Sekda Pati dan Forkopimda kembali melakukan monitoring PPKM darurat yang telah berjalan 10 hari dan hal ini lantaran masih banyak lokasi yang menjadi pusat kerumunan diatas jam 21.00 WIB.

Adapun lokasi yang menjadi sasaran monitoring yaitu, lingkungan Stadion Joyo Kusumo kemudian berlanjut di wilayah Pasar Gembong hingga menyusuri desa sekitar kemudian monitoring berakhir di wilayah Tlogowongu.

Bupati Haryanto selaku Ketua Satgas Penanganan Covid – 19 mengatakan bahwa meskipun masih ditemukan lokasi – lokasi yang menjadi pusat kerumuman, namun dibanding dengan beberapa hari yang lalu kali ini jauh lebih baik.

“Berdasarkan pantauan di tiap kecamatan, bisa dilihat apabila mobilitas masyarakat rendah, tingkat kasus covid pun juga menurun. Namun apabila aktivitas masyarakat masih tinggi, kerumunan masih banyak kasus covid pun tinggi”, jelasnya.

Hal tersebut pun menjadi bahan evaluasi dan tolak ukur pihaknya membandingkan antara kecamatan yang mobilitas masyarakatnya tinggi dengan kecamatan yang mobilitas masyarakatnya rendah, terjadi perbedaan persebaran kasus covid.

“Seperti bahan evaluasi kami sampaikan kepada Gubernur Jateng, kasus covid memang mulai menurun, angka kesembuhan meningkat dan jumlah pasien yang mengantri di IGD pun sudah berkurang. Tidak seperti kemarin – kemarin yang mana pasien sampai duduk di kursi roda untuk mengantri. Biasanya malah yang mengantri sampai 30-an pasien”, paparnya.

Pihaknya pun mengajak semua pihak untuk selalu berdoa agar pandemi segera berakhir. Dengan demikian kehidupan bisa kembali normal, ekonomi pun kembali jalan. Untuk saat ini, meskipun kasus mulai menurun dan vaksin masih berjalan, masyarakat tetap dihimbau untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi