Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (10 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (17 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 18 September 2018, 01:53 WIB 582 kali dibaca ~1 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Presiden Jokowi : Pemilu Ajang Kontestasi Ide dan Program bukan penggunaan Isu SARA dan Fitnah

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Presiden Jokowi : Pemilu Ajang Kontestasi Ide dan Program bukan penggunaan Isu SARA dan Fitnah
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

JAKARTA, INFODESANEWS – Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa kegiatan dukung-mendukung dalam Pemilihan Umum (Pemilu) harus dilakukan dalam konteks yang sehat dan fair. Dengan demikian, masyarakat akan menjadi semakin lebih dewasa dan matang dalam berpolitik.

“Kemudian juga masyarakat bisa menguji ide, gagasan, program yang telah disampaikan atau yang telah dilaksanakan,” kata Presiden di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/9) petang.

Penyampaian ide, gagasan, dan program tersebut menurut Presiden penting untuk dilakukan agar demokrasi di Tanah Air semakin dewasa dan matang. Dengan adanya penyampaian tersebut masayarakat akan lebih dewasa dan lebih mengerti apa saja yang menjadi ide, gagasan maupun program dari masing-masing calonnya tersebut.

“Saya kira Pemilu ini adalah kontestasi gagasan, kontestasi hasil kerja, kontestasi prestasi, kontestasi rekam jejak,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Presiden mengimbau kepada seluruh pihak dan masyarakat agar dalam Pemilihan Umum maupun Pemilihan Presiden tahun 2019, tidak lagi memakai isu sensitif seperti isu SARA maupun dengan cara-cara fitnah.

“Saya kira penggunaan isu-isu SARA dan fitnah tidak mendewasakan, tidak mematangkan demokrasi kita,” tandas Presiden. (yn/rd)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi