Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (5 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (7 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (9 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (9 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (12 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (14 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (14 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (14 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (16 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (21 jam yang lalu)
INFODESA 09 Juli 2019, 12:24 WIB 1,432 PDF

Profesi Wartawan Dihina Ketua SMSI Lamsel Angkat Bicara

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Profesi Wartawan Dihina Ketua SMSI Lamsel Angkat Bicara
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS –Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung Selatan Vivo Trialito mengutuk keras komentar netizen di salah satu group yang bernada menghina dan mengancam wartawan.

Penghinaan terhadap profesi watawan berawal saat salah satu akun bernama Mega Bazar awalnya membagikan salah satu berita Kaliandanews.com dengan judul Usai Touring Bike Festival Kalianda, Sampah Bersemi di Dermaga Bom di group facebook GOWESER LAMPUNG.

berita tersebut kemudian ditanggapi oleh beberapa anggota GOWESER LAMPUNG salah satunya akun bernama Ayah Adi dengan menyebut “wartawan karbitan cari duit gak halal”.

Selain itu komentar juga dilontarkan oleh akun bernama Hery Kurniawan dengan mengatakan “Wartawan LLWW itu mah kalo wartswan asli gx gtu (Luntang Lantung Wara Wiri) gx usah diambil hati panitia,dmn2 mereka emang kerjnya gx jelas cuma memang segeknyo be (uji wong palembang”.

Nada ancaman juga di lontarkan oleh akun Hery Kurniawan yang mengatakan akan menyambit wartawan.

“Sambit pake parang beh, nanggung kalo pake batu …tuman” tulis dia di kolom komentar.

Terkait hal tersebut, ketua SMSI Lamsel Vivo Trialito mengecam keras nada penghinaan dan ancaman yang dilontarkan oleh akun tersebut

“Mengutuk keras komentar-komentar yang menghina dan terkesan mengancam wartawan. Kita tindak lanjuti, kita akan menindak lanjuti akun tersebut bisa kena UU ITE, itu gak boleh menghina profesi dan ujaran kebencian juga,” kata Vivo, (09/06/2019).

Terlebih ia mengungkapkan, jika ada pihak yang merasa dirugikan dengan suatu pemberitaan, pihak tersebut dapat melakukan sanggahan kepada media berkaitan.

“Kalau ada yang tidak suka dengan berita, mereka punya hak jawab dan bisa menyanggah, itu dulu yang dilakukan jangan langsung mencaci maki wartawan, dia sudah menghina semua wartawan. Kita bekerja dilindungi UU pers no 40 tahun 1999,” terang dia.

Selain itu, apa yang diungkapkan akun-akun tersebut dinilai dapat juga memprovokasi dan membentuk opini masyarakat untuk membenci profesi wartawan.

“Dari ucapan itu bisa juga untuk melakukan tindakan, itu juga bisa membentuk opini masyarakat untuk membenci wartawan,” pungkasnya. (Tim)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi