Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (2 menit yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (8 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (10 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (11 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (12 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (15 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (16 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (17 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (17 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (19 jam yang lalu)
INFODESA 18 Januari 2019, 00:31 WIB 1,078 PDF

Program Kuliah Kerja Nyata Adalah Enabler Dalam Membangun Desa

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~4 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Program Kuliah Kerja Nyata Adalah Enabler Dalam Membangun Desa
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

JEMBER, INFODESANEWS – Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember menegaskan bahwa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berfungsi sebagai enabler dalam membangun desa. Artinya, program KKN berfungsi untuk membantu terwujudnya program yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat desa. Program KKN juga harus mampu menggerakkan masyarakat desa untuk turut merasa memiliki dan mensukseskan sebuah program, sehingga setelah mahasiswa kembali ke kampus, program tersebut akan terus berjalan dan bahkan berkembang. Oleh karena itu Rektor Universitas Jember menghimbau para mahasiswanya yang akan terjun ke desa dalam program KKN untuk fokus ke satu program, dan tidak berusaha menyelesaikan semua problema di desa.

“Lebih baik membuat satu program konkrit yang mampu memberikan solusi nyata, dan mampu berjalan terus setelah Anda meninggalkan desa. Justru keberhasilan Anda dalam melaksanakan KKN bakal diukur dari warisan program yang Anda tinggalkan,” tutur Moh. Hasan dihadapan 956 mahasiswa Universitas Jember peserta KKN periode I tahun akademik 2018/2019, yang dilepas secara resmi dalam upacara di lapangan utara Gedung Soetardjo (15/1). Dalam KKN kali ini ada empat tema yang akan dilaksanakan, yakni tema Desa Sejahtera Mandiri yang dilaksanakan di 8 desa, tema Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) di 4 desa, tema Desa Wisata dan Wirausaha di 130 desa, dan Desa Sanitasi dan Bebas Stunting di 10 desa.

Moh. Hasan lantas mencontohkan keberhasilan KKN di Desa Glingseran, Wringin, Bondowoso di tahun 2017 yang kini menjadi desa wisata dengan destinasi andalannya berupa mata air dan air terjun Dewi Rengganis. Walaupun program KKN selesai, program Desa Wisata dan Wirausaha yang digagas oleh M. Idrus Ali Baharun dan kawan-kawan tetap berjalan, bahkan berkembang hingga Desa Glingseran terpilih sebagai Desa Wisata terbaik se-Bondowoso, dan desa wisata percontohan di Jawa Timur. “Saya mengapresiasi komitmen mahasiswa yang melaksanakan KKN Desa Wisata dan Wirausaha di Desa Glingseran yang setelah program KKN usai pun tetap rela membantu warga, bahkan secara guyon kepala Desa Glingseran ingin mengambil mereka sebagai menantu saking seringnya mereka ke Desa Glingseran,” seloroh Moh. Hasan diambut tawa mahasiswa.

Sementara itu dalam laporannya, Prof. Achmad Subagio, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) melaporkan, jumlah mahasiswa sebanyak 956 didistribusikan ke Kabupaten Jember sejumlah 63 orang, ke Kabupaten Situbondo sebanyak 119 orang, ke Kabupaten Probolinggo sebanyak 102 orang, dan yang terbanyak di Kabupaten Bondowoso sebanyak 672 orang. “Tujuh puluh persen mahasiswa kita terjunkan ke Kabupaten Bondowoso sesuai permintaan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, salah satunya akan fokus pada penanganan masalah stunting dan sanitasi, apalagi dari data yang ada angka penderita stunting di Bondowoso mencapai 56,38 persen yang jauh di atas angka rata-rata nasional yang berada di angka 37,2 persen,” imbuh pakar tepung Mocaf ini.

Fokus terhadap penanganan stunting juga disampaikan oleh salah satu Dosen Pembina Lapangan (DPL), M. Hadi Makmur. Menurutnya salah satu cara mengurangi angka penderita stunting adalah dengan mendorong desa untuk membuat peraturan desa mengenai sanitasi, dan menganggarkan dana dari Anggaran Dana Desa untuk program fisik terkait penyediaan fasilitas sanitasi, dan program pendidikan kesehatan bagi warganya. “Dari temuan awal kami, pemerintah desa lebih condong membangun fasilitas fisik seperti jalan dan bangunan daripada fasilitas sanitasi seperti fasilitas Mandi, Cuci, Kakus. Warga desa juga seringkali tidak tahu bagaimana menanggulangi stunting padahal potensi itu sudah ada di desa, tinggal bagaimana memanfaatkannya. Untuk itu kami akan mendorong alokasi 30 persen dari Anggaran Dana Desa untuk membangun fasilitas sanitasi desa, dan program non fisik berupa pendidikan kesehatan berkelanjutan bagi warganya,” jelas dosen FISIP Universitas Jember ini.

Selanjutnya para mahasiswa Universitas Jember akan melaksanakan program KKN selama 45 hari ke depan. Sebelum terjun ke desa-desa di empat kabupaten, para mahasiswa mendapatkan pembekalan singkat terkait keselamatan berkendara di jalan dari Satlantas Polres Jember, dan pengetahuan akan hak dan kewajiban terkait asuransi Jasa Raharja dan pajak kendaraan dari Kantor Samsat Jember. “Harapannya, para mahasiswa dapat menularkan pengetahuan mengenai keselamatan berkendara, hak dan kewajiban terkait asuransi Jasa Raharja dan pajak kendaraan bermotor kepada warga desa di lokasi mereka menjalankan program KKN nanti,” urai Ipda. Agus Yudi dari Satlantas Polres Jember.   (iim/ahm/ich)    

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi