Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (3 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (6 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (8 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (10 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (10 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (10 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (10 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 29 Juni 2020, 13:49 WIB 2,599 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

PW GP Ansor Jawa Timur Respon Pidato Jokowi Tentang Kinerja Kementrian : Reshuflle Menag !

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

PW GP Ansor Jawa Timur Respon Pidato Jokowi Tentang Kinerja Kementrian : Reshuflle Menag !
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

JAKARTA, INFODESANEWS – Presiden Jokowi terlihat sangat tidak puas dengan kinerja Kementrian dan Lembaga Negara dalam 3 bulan masa pandemik Covid-19. Hal itu disampaikan pada rapat kabinet yang berlangsung pada Minggu (28/06).

Situasi yang krisis dan bahkan pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi akan terkontraksi hingga minus 6-7 % tak membuat kinerja kementrian dan lembaga dibawahnya bergerak dengan cepat dan extraordinary.

“Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya,” ucap Jokowi dengan nada tinggi di depan para menteri.

Merespon sikap presiden tersebut Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Syafiq Syauqi menyebut bahwa apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi adalah mewakili keprihatinan ratusan juta penduduk Indonesia.

“Kami memaklumi dan respect dengan kepekaan bapak presiden, bahwa memang banyak sekali kinerja Kementrian yang lambat dan tidak mengerti skala prioritas kebijakan. Sehingga masyarakat belum merasakan akslerasi program pemerintah” jelas Syafiq Syauqi.

Syafiq Syauqi menyebut diantara yang patut dilakukan evaluasi dan bahkan Reshuflle adalah Menteri Agama. Hal ini lebih karena Fachrul Razi dinilai tidak mempunyai akslerasi program penanganan dampak Covid19 khususnya kepada pesantren dan madrasah.

“Menag Fachrul Razi kami nilai tidak ada keberpihakan kepada Pesantren dan Madrasah dalam upaya bersama mencegah sebaran Covid19 dan mengedukasi publik. bahkan secara gamblang membiarkan sama sekali pesantren tanpa ada pendampingan dalam menghadapi new normal” Tegasnya.

Untuk itu dirinya mewakili jutaan kader Gerakan Pemuda Ansor di Jawa Timur menyampaikan ketidakpuasan atas kinerja Menteri Agama dan mendesak Presiden mengambil langkah extraordinary sesuai pidatonya dalam rapat kabinet.

“Pertemuan kyai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo pada Kamis lalu adalah puncak kegelisahan para ulama dan kyai atas diamnya pemerintah pada nasib pesantren di era pandemik ini. Pesantren dibiarkan sendirian tanpa ada keberpihakan negara. Maka reshuffle menteri agama bukanlah aspirasi yang berlebihan” jelasnya kader Ansor yang akrab disapa Gus Syafiq itu.

Menurut catatan gus syafiq setidaknya ada beberapa catatan penting dimana sudah selayaknya Presiden melakukan Reshuflle kepada Fachrul Razi.

Sejak awal memimpin banyak kegaduhan dan overlaping tugas yang dilakukan Fahrur Rozi. Diantaranya adalah masalah cadar yang sebetulnya adalah ikhtilaf didalam pemahaman islam.

Kemudian seolah tidak mengerti orientasi tugasnya ketika dia berbicara tentang pemulangan combatan eks ISIS yang sebetulnya adalah ranah kewenangan BNPT dan Kementrian Luar Negri.

Selanjutnya kami juga merasa malu dan risih ketika Plt Dirjen Bimas Katolik diisi oleh orang muslim. Hal ini menurut syafiq kelihatan sepele tapi jelas menunjukan bahwa Menag tidak paham perasaan kebangsaan dan tenggang rasa.

Tapi dari semua catatan itu tentu bagi kami mewakili keresahan kaum pesantren adalah tidak adanya program prioritas dan extraordinary ditengah pandemik ini dari Menteri Agama Fachrul Razi kepada Dunia Pesantren.

“Visi besar pak Jokowi diperiode kedua ini adalah peningkatan SDM diantaranya adalah pesantren. Menag Fachrul Razi saya nilai gagal menjalankan visi besar itu dan layak untuk direshuffle” tegas gus syafiq.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi