Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (2 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (12 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (12 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (17 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu)
INFODESA 09 Februari 2025, 07:52 WIB 585 PDF

Ratusan Hektare Tanaman Padi di Candipuro Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~1 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ratusan Hektare Tanaman Padi di Candipuro Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Ratusan hektare sawah yang ditanami padi di Desa Sinar Pasemah, Beringin Kencana dan desa Way Gelam Kecamatan Candipuro kembali terendam banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, para petani khawatir mengalami gagal panen dan mengalami kerugian besar.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi infodesanews.com, sedikitnya 100 hektare tanaman padi terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 80 cm.

Rohadi mengaku pasrah dengan kondisi ini, mengingat sebagian besar padi yang terendam sudah memasuki masa pertumbuhan yang krusial.

“Kalau air terus menggenang lebih dari tiga hari, kemungkinan besar tanaman padi akan rusak dan membusuk. Kami sangat berharap ada langkah dari pemerintah untuk membantu para petani yang terdampak,” ujar Rohadi salah satu petani di wilayah terdampak.

Saat ini, mereka tengah mengupayakan solusi untuk mengurangi genangan air, termasuk dengan memperbaiki sistem irigasi dan membuka saluran pembuangan.

Hingga saat ini, para petani hanya bisa berharap cuaca segera membaik agar banjir dapat surut dan tanaman padi bisa kembali tumbuh. Namun, jika curah hujan terus tinggi dalam beberapa hari ke depan, ancaman gagal panen semakin nyata. (Bambang)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi