Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (17 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (20 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (23 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 03 April 2018, 08:54 WIB 1,817 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Refleksi Harlah NU ke 95, Kiai Hanif; Ulama Bangkit Saat Umat Lemah

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Refleksi Harlah NU ke 95, Kiai Hanif; Ulama Bangkit Saat Umat Lemah
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Merapikan diri dalam berorganisasi kian digiatkan mendekati satu abad usia Nahdlatul Ulama (NU). Sebuah refleksi dalam Harlah NU ke 95 (dalam versi kalender hijriyyah NU lahir pada 16 Rajab 1344) yang dilaksanakan di Gedung Majlis Ta’lim PCNU Kota Semarang Jalan Puspogiwang I No 47 Gisikdrono Semarang Barat Kota Semarang (02/04). Dalam kesempatan tersebut Rois Syuriah PCNU Kota Semarang, KH Hanif Ismail LC mengungkapkan bahwa Ulama bangkit saat umat lemah.

Dikatakan, sejarah lahirnya NU dilandasi berbagai dengan gerakan kebangkitan Ulama, “Ulama bangkit ketika bangsa indonesia saat itu dalam kondisi tertindas” Kata Kiai Hanif. Lebih lanjut Kiai yang mengasuh PP Roudlatul Qur’an an Nasimiyyah itu menerangkan bahwa Ulama bangkit untuk menjaga kesejahteraan, keadilan, dan kedamaian umat. Sebab, ketika kedamaian terusik maka kekhusyu’an dalam beribadah ikut terusik.

Kiai yang pernah menjadi DPR RI tersebut juga mengingatkan sejarah berdirinya NU. Diterangkan, bahwa kebangkitan Ulama dalam rangka membela umat di mana kolonialis terus menekan bangsa hingga secara de jure menjadi negara yang merdeka. Lebih lanjut, gerakan kebangkitan Ulama di Indonesia juga tampak setelah merdeka yang terus menindas. Hal tersebut menjadi latar belakang KH Hasyim Asy’ari membangkitkan semangat para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan mengeluarkan resolusi jihad yang di era saat ini diresmikan sebagai hari santri nasional

“NU lahir untuk 2 hal, yakni ri’ayatud din dan ri’ayatud daulah (menghidupkan agama dan menghidupkan negara-red)” tuturnya, “Ulama harus bangkit untuk meluruskan pemahaman umat tentang agama” lanjutnya. Dikatan, sejarah lahirnya NU dilatarbelakangi adanya paham agama yang pada saat itu melalui KH Wahab Chasbullah dahulu Ulama Indonesia memberikan peran besar dalam Komite Hijaz

Diterangkan, kejayaan bermula dari gerakan, “NU tidak akan jaya, Indonesia tidak akan damai kalau kita diam” tandasnya. NU harus selalu sadar dengan segmentasi yang ada. Disebutkan, NU memiliki JQH sebagai tempat bagi para ahli qur’an, IPNU mewadahi pelajar, LKNU konsen pada bidang kesehatan dan sebagainya, “Di sinilah peran NU bagi umat” ungkap Kiai Hanif menegaskan.

Sementara, Ketua PCNU Kota Semarang, Drs KH Anashom MHum, menyampaikan sepintas tentang progress gerakan PCNU Kota Semarang. Diungkapkan, yang dilakukan PCNU berkaitan rutinitas dan program kegiatan strategis. Kiai yang dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang menyampaikan beberapa kegiatannya, yakni; dari gerakan pendidikan yang saat ini LP Ma’arif NU membawahi 72 sekolah NU dari MI sampai MA terus meningkatkan kualitas dengan peningkatan kompetensi guru dan prestasi siswa, kemudian Lazisnu bersama LKNU (Lenbaga Kesehatan Nahdlatul Ulama) yang telah berhasil mendirikan Klinik Pratama. Gerakan Lazisnu dengan mengelola koin NU saat ini juga dapat mengoperasionalkan ambulan gratis. Lebih lanjut Lazisnu Kota Semarang perlu dipacu agar bisa seperti Sragen, “Lazisnu kota semarang ini perlu kita pacu” tukasnya. Ia berharap agar Klinik yang sudah ada terus didukung agar terus berkembang dengan cara mempromosikan klinik tersebut pada para jamaah.

Diterangkan, PBNU memiliki program pendirian RS di berbagai daerah dengan cara kerjasama dengan PT Wika (Wijaya Karya Persero). Ia menjelaskan bahwa rencana semula untuk di daerah Podorejo Ngaliyan akan digunakan sebagai lembaga pendidikan atau sekolah. Namun, dengan adanya program PBNU-WIKA, maka akan dikaji ulang teknisnya. Menurutnya, lokasi tersebut dapat dibangun sebagai tempat pendidikan yang terkait dengan dunia kesehatan dan juga rumah sakit, “Kalau kita punya kekuatan bersama, maka kita bisa menghasilkan sesuatu yang besar” pungkasnya.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi