BLORA, INFODESANEWS – Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Blora, Munaji, memimpin kegiatan renungan suci di Tugu Pancasila, Kedung Jenar, Kabupaten Blora.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen organisasi kemasyarakatan, seperti Skuad Nusantara, Lindu Aji, Grib Jaya, serta LSM Harimau.
Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Blora, Munaji menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar dan falsafah bangsa Indonesia yang telah menjadi kesepakatan para founding father dan konsensus seluruh rakyat. Pancasila tertuang kokoh dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai jiwa dan kepribadian bangsa, karena merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
"Kegiatan di Tugu Pancasila ini dalam rangka renungan suci, kesaktian Pancasila. Kita harus bersama-sama belajar, di mana saktinya Pancasila itu tidak hanya sakti sendiri, tetapi juga berkat pengorbanan jiwa, raga, bahkan nyawa para pahlawan revolusi kita," ujar Munaji, Rabu (30/9/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa materi renungan ini ditujukan bagi orang dewasa maupun kaum pelajar, termasuk para santri dari salah satu pondok pesantren yang turut hadir.
Menurutnya, di Blora, Pancasila harus benar-benar dibumikan, terlebih karena dari 16 kecamatan di wilayah ini terdapat tempat-tempat sejarah yang berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI.
"Pesan kami, mari jadikan Pancasila sebagai pedoman hidup. Kita harus menjaga ideologi Pancasila ini sampai sekarang. Kita akui begitu saktinya Pancasila, dan di sila-silanya kita harus mengerti, paham, serta mempelajarinya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari berbangsa dan bernegara," tambahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Blora yang akrab disapa Ki Yayun, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, dalam kondisi bangsa dan negara saat ini, semua pihak harus turun tangan untuk menjaga generasi penerus agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
"Kesaktian Pancasila itu sudah harga mati. Kita harus mendukung penuh kegiatan seperti ini," tegas Ki Yayun.
Ia juga menjelaskan filosofi Tugu Pancasila yang berada di tengah kota Blora, tepatnya di Desa Kedung Jenar. Menurutnya, monumen tersebut menyimpan makna mendalam yang jarang diketahui masyarakat.
Patung-patung pada tugu tersebut menghadap ke empat arah mata angin dengan atribut yang berbeda-beda.
"Patung yang menghadap ke barat membawa pistol, melambangkan pemimpin yang bertanggung jawab atas keselamatan anak buahnya. Yang menghadap ke timur membawa kendi dan pacul, melambangkan pencarian nafkah yang menyesuaikan terbitnya matahari. Yang menghadap ke utara membawa bambu runcing, melambangkan perjuangan apa adanya melawan penjajah. Sedangkan yang menghadap ke selatan membawa rampasan senjata dari Belanda, melambangkan perjuangan yang setengah modern," jelasnya.
Kegiatan renungan suci ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat Blora dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara.**Red