Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 06 November 2020, 09:21 WIB 2,115 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Riestanto, S.Sos, M.Si (Pengamat Pendidikan, Solo); “Indonesia Perlu Membangun Profesionalitas Guru””

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Riestanto, S.Sos, M.Si (Pengamat Pendidikan, Solo); “Indonesia Perlu Membangun Profesionalitas Guru””
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO – INFODESANEWS, Indonesia perlu membangun profesionalitas guru dari berbagai aspek dan tahapan. Oleh karena itu Kemendikbud perlu menekankan pentingnya peran guru dalam pendidikan agar dapat terus mau belajar. Hal tersebut diungkapkan Pengamat Pendidikan dan Pimpinan Redaksi Majalah DIDIK asal Solo, Riestanto, S.Sos, M.Si kepada INFODESANEWS.COM baru-baru ini.

Menurutnya Indonesia perlu membangun profesionalitas guru dari berbagai aspek dan tahapan antara lain mental, pola pikir, mindset, sekaligus kemampuan guru yang bersangkutan. Tahapan pertama yang perlu dilakukan adalah membangun pola pikir atau mindset yang tidak menjadikan pendidikan sebagai wadah menyeragamkan potensi anak didik melalui kurikulum konten tertentu.

Riestanto selaku Direktur IJER (Indonesian Journal on Education and Research), menjelaskan guru dalam menjalankan perannya tidak hanya sebagai sumber ilmu pengetahuan melainkan selaku fasilitator dan role model bagi muridnya. “Hendaknya aspek guru tidak digantikan dengan peran digitalisasi. Peran digital hanya pada tahapan birokrasi maupun administrasi agar tercipta kondisi yang cepat, gesit, dan tangkas. Sedangkan, peran transformasi kepada para murid oleh guru tidak dapat digantikan,” ujarnya.

Oleh karenanya fokus ke depan bagi pemerintah tidak hanya pengembangan kemampuan guru melalui workshop, maupun pelatihan. Akan tetapi, tahapan setelah pelaksanaan kegaitan tersebut. “Workshop hanya membuka bentuk kognitif pandangan baru. Setelahnya, perlu memperhatikan pengembangan guru, dengan cara pendampingan,” katanya.

Lebih lanjut Riestanto mengatakan Nadiem sebagai Kemendikbud, banyak harapan besar agar sistem pendidikan Indonesia dapat dirombak oleh sosok pencetus layanan aplikasi terbesar di Indonesia ini. “Bayangan saya, struktur organisasi dan birokrasi pendidikan akan diubah dan direvolusi. Misalnya, konten kurikulum yang terlalu berat,” harapnya. (her/*)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi