Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (3 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (3 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (5 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (6 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (8 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (18 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (20 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (20 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
NASIONAL 18 Juni 2021, 09:12 WIB 2,074 PDF

RPIK BLORA Mendapat Apresiasi Dari BALITBANG Kementerian Pertanian RI

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

RPIK BLORA Mendapat Apresiasi Dari BALITBANG Kementerian Pertanian RI
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS | Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., pada Kamis sore (17/6/2021) dalam kunjungannya meninjau langsung lahan sawah tadah hujan yang menjadi pilot project Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) di Desa Prantaan, Kecamatan Bogorejo, memberikan apresiasi keberhasilan RPIK Blora

Dengan didampingi Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., dan Kepala Dinas Pertanian, Ir. Reni Miharti, M.Agr.Bus, rombongan tiba di persawahan Desa Prantaan dan langsung meninjau lahan sawah tadah hujan yang telah ditanami 10 varietas padi hasil penelitian Balitbangtan pada bulan April lalu.

Diantaranya varietas Cakrabuana, Inpari 39 Tadah Hujan, Inpari 46 Agritan TDH, Inpari 43 Agritan GSR, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari Digdaya, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 12, dan Inpago 13 Fortiz.

Usai meninjau kondisi pertumbuhan padi, rombongan berdialog dengan petani setempat. Turut hadir Forkopimcam Bogorejo, Kades Prantaan dan warga sekitar.

“Alhamdulillah ternyata pertumbuhan 10 varietas padi hasil penelitian Balitbangtan disini bisa tumbuh bagus. Yang paling bagus terlihat ada Cakrabuana, mungkin ini yang paling cocok dengan kondisi tanah Blora. Kami bertekad agar produktivitas pertanian bisa terus ditingkatkan meskipun pada lahan sawah tadah hujan yang minim air seperti di Blora ini,” ucap , Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si.

Pihaknya berharap keberhasilan ini nantinya bisa dilanjutkan dan para petani di Desa Prantaan bisa menjadi pelopor atau tutor bagi para petani di desa lainnya.

Sementara itu, Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., juga merasa senang ketika tahu lahan sawah tadah hujan yang biasanya mengalami gagal panen di musim tanam kedua (MT2) karena kekurangan air, kini bisa lebih baik dengan bantuan Balitbangtan.

“Terimakasih Balitbangtan Kementerian Pertanian. Blora yang biasanya dikenal kering, susah air, serta sering gagal panen kini perlahan mulai berubah dengan bantuan Pak Kepala Badan dan jajarannya. Jika memungkikan nanti saat panen akan kita undang Pak Menteri untuk hadir ke Blora untuk memotivasi petani kami,” ungkap Bupati.

Diperkirakan tanaman padi ini akan memasuki masa panen pada minggu pertama bulan Juli 2021. Untuk varietas Cakrabuana diprediksi bisa menghasilkan gabah sebanyak 10,2 ton per hektare.

“Dari 16 Kecamatan se Kabupaten Blora, ada ada 4 Kecamatan yang ketersediaan airnya stabil. Selebihnya merupakan Kecamatan dengan sawah tadah hujan. Dengan adanya teknologi RPIK ini, kami berharap kedepan bisa direplikasikan ke seluruh wilayah Blora,” tambah Bupati.

Sementara itu, Yatmo sebagai salah satu petani berharap program ini bisa terus berlanjut dan terus didampingi pemupukannya karena cukup memakai pupuk organik.

“Ketika sawah di desa sebelah sudah ditanami jagung karena kurang air, kita masih bisa panen padi. Ini luar biasa. Semoga berlanjut dan kami minta tolong diajari tentang pembuatan pupuk organiknya, atau pupuk kandangnya. Karena yang akan kita panen ini kemarin dipupuk dengan pupuk organik dari Pati. Padahal Blora sendiri banyak kotoran sapi dan jagung, serta bahan pupuk lainnya,” ungkap Yatmo.

Hal ini pun langsung direspon Bupati. Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini mengaku siap mengawal dan bekerjasama dengan Balitbangtan untuk pendampingan pembuatan pupuk, hingga progam lain seperti pembuatan pakan ternak dan lainnya.

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi