Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (3 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (5 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (6 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (7 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (10 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (11 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (12 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (12 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (14 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (19 jam yang lalu)
INFODESA 20 Juli 2018, 23:20 WIB 797 PDF

RSUD Ajibarang Banyumas Sosialisasikan Deteksi Dini Thalassemia

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

RSUD Ajibarang Banyumas Sosialisasikan Deteksi Dini Thalassemia
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Infodesanews.com, Banyumas – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit thalassemia, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang Kabupaten Banyumas bersama Kodim 0701/ Banyumas menggelar “Sosialisasi Cegah Thalassemia” bagi warga Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang Rabu malam (19/07) di balai desa setempat. Sosialisasi digelar dalam rangka kegiatan non Fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung II Kodim 0701 Banyumas.

Sebanyak 35 warga perwakilan dari RT se Desa Sawangan mengikuti dengan antusias kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari itu. Sebagai pembicara pada kegiatan ini Susilowati dari RSUD Ajibarang

Susilowati mengatakan bahwa thalassemia merupakan penyakit keturunan yang mengganggu sel darah merah. Menurutnya tingkat keparahan penyakit thalassemia berdasarkan gejala klinis dibagi menjadi thalassemia mayor, minor, dan intermedia.

“Penderita thalassemia mayor memerlukan transfusi darah berkala seumur hidupnya. Apabila penderita anak tidak mendapatkan perawatan, maka umur hidup mereka biasanya hanya bertahan 1-8 tahun,” jelasnya.

“Anak penderita thalassemia mayor dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi teh, dikarenakan menghambat penyerapan zat besi. Penderita gen mayor tidak dapat menyerap zat besi akibat kurangnya hemoglobin, dan kelebihan zat besi dalam tubuh anak bersifat fatal.” katanya.

Susilowati mengingatkan pentingnya deteksi melalui screening bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan karena umumnya pembawa gen minor tidak menunjukkan gejala.

“Screening thalassemia terdiri dari hematologi rutin, gambaran darah tepi, ferritin, badan inklusi HbH, analisis HPLC hemoglobin, dan tes presipitasi DCIP. Namun untuk deteksi dini, cukup dua indikator yang diperiksa yakni hematologi rutin dan gambaran darah tepi,” tutup Susilowati

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi