Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (17 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (20 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (23 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 08 April 2024, 15:11 WIB 2,112 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

RSUD Blora Talk Show Gebyar Ramadhan Angkat Tema Epilepsi

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

RSUD Blora Talk Show Gebyar Ramadhan Angkat Tema Epilepsi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS – Talk Show Gebyar Ramadhan 1445 H, bersama Rumah Sakit Umum Daerah dr. R Soetijono Kabupaten Blora dengan tema “Mitos Atau Fakta Terkait Epilepsi” bertempat di Alun-alun Blora.

Acara tersebut bertujuan untuk memberi pemahaman terkait penyakit Epilepsi dan cara menangani jika terjadi kepada orang di jalan, Sabtu (6/4/2024).

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R Soetijono Blora, dr. Puji Basuki mengatakan, acara ini mengambil tema tentang “mitos atau fakta terkait epilepsi” kebetulan kita punya spesialis baru sebagai narasumber sekaligus sebagai dokter spesialis tersebut.

Kebetulan untuk dokter kita saat ini sudah hampir terpenuhi semua bahkan mungkin dalam waktu dekat ini akan ada dokter bedah saraf yang mau masuk.

“Sehingga hanya dokter kulit saja yang kurang tapi ini kemungkinan kita optimistis di tahun ini atau tahun depan pasti ada,” ucap dr. Puji.

Lanjutnya, kita sudah atur jadwal tentang dokter walaupun ini ada cuti bersama tapi ada jadwal yang otomatis pelayanan tetap jalan, untuk poli memang kita tutup tapi kalau untuk ada kasus-kasus yang gawat IGD buka 24 jam dan farmasi

“Yang jelas karena mudik itu mengeluarkan banyak energi juga dan harus fokus maka jaga kesehatan dengan baik dan untuk pemudik yang memiliki penyakit-penyakit kronis maka jangan lupa obat harus dibawa serta mencari pelayanan yang terbaik,” tambahnya.

Sementara itu, dr. Befrie Mahaztra narasumber dalam acara tersebut menyampaikan, yang pertama kemungkinan Epilepsi diturunkan ada, tapi kecil secara genetik misal ada riwayat keturunan hanya 5℅

Penyakit ini tidak menular baik dengan sentuhan, nafas, sapaan, karena Epilepsi merupakan salah satu penyakit yang penyebabnya bisa macam-macam

“Salah satunya adalah infeksi trauma kepala, struk atau suatu benjolan seperti tumor dan penyakit ini tidak akan menular dengan adanya tatapan atau sentuhan,” tuturnya.

Befrie menambahkan, jadi tidak usah takut untuk bercengkrama, berhubungan atau bersilahturahmi dengan pasien pasien berpenyakit epilepsi, kita harus menghilangkan setikma negatif.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi