LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, secara resmi menyalakan listrik gratis bagi warga kurang mampu melalui Program Light Up The Dream (LUTD), hasil kolaborasi PLN UID Lampung bersama UP3 Tanjung Karang.
Peresmian dilakukan secara simbolis dengan menekan tombol penyalaan, disaksikan langsung oleh jajaran pemerintah daerah serta perwakilan PLN, di Dusun II B Desa Jatimulyo, Kecamatan Jatiagung, Selasa (21/10/2025)
Program LUTD merupakan bentuk kepedulian PLN dalam mewujudkan mimpi masyarakat pra-sejahtera untuk menikmati akses listrik secara layak, aman, dan gratis. Melalui program ini, warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan penerangan kini dapat merasakan terang di rumah mereka.
General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochammad, mengatakan program Light Up The Dream merupakan wujud nyata kepedulian PLN untuk menghadirkan akses energi yang layak bagi masyarakat prasejahtera.
“Program ini murni berasal dari sumbangan para karyawan PLN, sebagai bentuk semangat gotong royong membantu.Khusus hari ini masyarakat, ada 30 rumah di Lampung Selatan yang kami nyalakan, dan sepanjang tahun ini sudah ada 71 penerima manfaat,” ujar Rizky.
Selain LUTD, lanjutnya, PLN juga terus mendorong berbagai inisiatif sosial yang fokus pada pemerataan akses energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok daerah.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan penghargaan atas kontribusi PLN dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Light Up The Dream tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga menyalakan semangat dan harapan baru bagi penerima manfaat.
“Program ini selaras dengan semangat membangun harapan . Sesuai namanya, Light Up The Dream. Ketika lampunya menyala, mimpinya juga ikut menyala. Inisiatif yang sangat mulia,” ujar Bupati Egi.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah memiliki keterbatasan, karena kolaborasi menjadi kunci. Dengan bekerja bersama, kita dapat menyelesaikan permasalahan masyarakat secara cepat dan tepat sasaran,”pungkasnya. (Red/ sumber diskominfo Lamsel)