Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (4 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (7 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (8 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (8 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (8 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (9 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (23 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 15 Mei 2018, 23:28 WIB 1,566 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Sambut Ramadhan Karnaval Budaya Dugderan Semarang Diramaikan 15.000 Siswa

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Sambut Ramadhan Karnaval Budaya Dugderan Semarang Diramaikan 15.000 Siswa
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Sebanyak 15.000 siswa dari UPTD Pendidikan Kecamatan se-Kota Semarang ikut meramaikan Karnaval budaya Dugderan Semarang untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan yang digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Senin (14/5/2018).

Siswa sebanyak itu terdiri mulai TK, SD/MI SMP/MTs hingga SMA, mereka mengenakan pakaian khas yang menunjukkan kebudayaan masing-masing wilayah. Bahan para orangtua siswa juga ikut serta dengan membawa sejumlah atribut berwarna-warni hingga pawai Dugderan itu semakin semarak.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Kasturi mengatakan pawai budaya ini membawa pesan penting untuk disampaikan kepada masyarakat terutama untuk tetap bersatu dalam perbedaan, mengingat sejak dulu, Semarang terkenal sebagai kota dengan berbagai macam etnis, namun tetap hidup rukun.

Kondisi itulah, lanjutnya, yang kini perlu untuk dijaga dan dipelihara hingga warga dapat hidup rukun dan damai.Pawai ini juga menggambarkan beragam perbedaan, namun tetap bersatu.

“Dengan hiasan warak ngendok yang dibawa oleh peserta karnaval. Hean yang memiliki kepala badan dan kaki yang berbeda, menggambarkan Kota Semarang majemuk,” ujarnya.

Menurutnya, pawai budaya tahun ini jumlah pesertanya mengalami peningkatan hngga melonjak dari 12.000 peserta pada tahun lalu, menjadi 15.000 peserta pada  tahun ini. Bahkan kegiatannya juga beragam mereka berbusana dengan aneka arna serta membawa hiasan yang beragam pula.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan dugderan ini memang sebuah tradisi Semarang yang menandai datangnya bulan puasa,. di mana umaro dan ulama saling bersilaturahmi. Mereka bersepakat dalam waktu dekat akan datang bulan Ramadan yang harus diumumkan kepada masyarakat.

Pawai yang berlangsung sejak pagi itu mampu menyedot ribuan perhatian warga Semarang, mereka rela berdesak-desakan untuk dapat melihat secara dekat jalannya karnaval Dugderan yang menjadi salah satu agenda wisata Kota Semarang.

Sejak pukul 07.00 WIB masyarakat sudah terlihat memadati kawasan Simpang Lima. Parade Dugderan mendapat simpati dari masyarakat Kota Semarang. Sepanjang jalan yang dilintasi arak-arakan dugderan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bahkan, tidak sedikit dari kerumunan penonton itu mencoba mendekati parade dugderan sekadar mengabadikan dengan foto selfi maupaun bersama keluarga di tengah-tengha momen tahunan tersebut.

Yang menarik, manggar kertas yang menjadi simbol kemeriahan Dugderan menjadi sasaran rebutan masyarakat. Mereka berebut ingin mendapat sehelai manggar yan unik itu.

Rute karnaval dugderan tahun ini tidak terlalu panjang. Peserta karnaval melewati rute yang sudah ditentukan, mulai dari kawasan Simpang Lima menuju ke Jalan Pahlawan lalu putar balik dan berakhir di Jalan Menteri Supeno atau Taman KB.(Ndi).

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi