Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (34 menit yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (3 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (7 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (7 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (7 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (8 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (22 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 27 Mei 2020, 08:29 WIB 2,627 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Santri Temboro Menambai 3 Kasus dari 15 Kasus Di Blora

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Santri Temboro Menambai 3 Kasus dari 15 Kasus Di Blora
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS –  Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes menyampaikan bahwa adanya penambahan 3 kasus baru Covid-19 ini masih berasal dari kluster Temboro.

“Jadi jumlahnya 24, tersebar di 8 Kecamatan. Yang terbanyak di Kecamatan Jati 8 kasus, Blora Kota 5 kasus, dan Kunduran 3 kasus. Selebihnya Cepu 2 kasus, Kradenan 2 kasus, Ngawen 2 kasus, Jepon 1 kasus, dan Todanan 1 kasus,” ucap Lilik Hernanto.

Dari 24 kasus ini, menurutnya jika dikelompokkan masih didominasi oleh kluster Temboro sebanyak 15 kasus. Kemudian kasus pertama Perumda telah menularkan ke 4 pasien sehingga ada 5 kluster Perumda. Sisanya 1 kasus Singget dari RS Purwodadi, 1 kasus Tegalgunung dengan pengorbit diabetes melitus, 1 kasus Kentong Cepu dari Jakarta, dan 1 kasus dari Ngawen dengan TBC kronis.

“Jika dilihat dari segi usia, dari 24 kasus ini sebanyak 70,83 persen berusia dibawah 35 tahun. Usianya mulai 13 tahun hingga 30 tahun. Kebanyakan santri Temboro. Karena mereka masih muda, kita berharap daya tahan tubuhnya baik dan bisa segera sembuh,” tambah Lilik Hernanto.

Kemudian untuk rapid-test reaktif, menurut Lilik Hernanto dalam rapid-test massal di pasar, swalayan, dan Alun-alun beberapa hari  lalu diperoleh tambahan 31 orang reaktif.

“Kedepan akan kita lakukan rapid-test massal kembali di fasilitas umum, seperti Pasar Ngawen dan Pasar Randublatung. Mungkin lusa akan dilakukan,” pungkas Lilik Hernanto.

Adapun Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Blora, Purwadi Setiyono, SE, menyampaikan terimakasih kepada seluruh donatur, organisasi dan komunitas masyarakat yang selama ini telah menyalurkan bantuannya ke Posko GTPP Covid-19 Kabupaten Blora.

“Sudah banyak sekali bantuan yang kita terima berupa APD, obat-obatan, dan peralatan cuci tangan. Semuanya langsung kita salurkan. Posko tetap buka dan masih membuka kesempatan untuk penyaluran bantuan. Hanya saja kita tidak menerima uang, hanya barang,” ucapnya. ***Tim Liputan Blora,

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi