Sabtu, 3 Oktober 2026
TERKINI
• Plat Besi Bikin Curiga,Polisi Temukan 27 Kilogram Sabu Di Innova (6 jam yang lalu) • Laporan Seno Aji:OMBUDSMAN Periksa Ulin Nuha Kepala BPN Bandar Lampung (6 jam yang lalu) • Musrenbangdes Di Desa Marga Agung Tahun 2027 Fokus Pada Infrastruktur Dan Pertanian (6 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Marga Kaya Ikuti RPJMDes (7 jam yang lalu) • Musrenbangdes Desa Gedung Harapan Tahun 2027 Fokus Pembangunan Jalan Lingkungan (8 jam yang lalu) • Pemkab Lamsel Buka Akses Dokumentasi Kegiatan, Tinggal Scan QR Code Bisa Unduh Gratis (10 jam yang lalu) • Kementerian Kehutanan Dorong Pengelolaan Perhutanan Sosial Berkualitas di Blora (10 jam yang lalu) • Pemkab Blora Akan Undang Kementerian PU Bahas Progres Bendungan Cabean dan Karangnongko (10 jam yang lalu) • Musrenbangdes Di Desa Rejomulyo Tahun 2027 Fokus Pada Pembangunan Infrastruktur (10 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Anyar Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (11 jam yang lalu)
INFODESA 12 Agustus 2021, 18:14 WIB 2,340 PDF

Secara Virtual Duta Swasembada Gizi Lamsel Ikuti Pelatihan Penyegaran Konvergensi Penurunan Stunting

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Secara Virtual Duta Swasembada Gizi Lamsel Ikuti Pelatihan Penyegaran Konvergensi Penurunan Stunting
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto mengikuti Pelatihan Penyegaran Konvergensi Penurunan Stunting untuk aksi 4 hingga aksi 8 secara virtual.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Technical Assitance Pool (TAP) Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah Untuk Percepatan Penanggulangan Stunting (LGCB-ASR) Regional 2 diikuti Winarni dari Sekretariat Stunting Kabupaten Lampung Selatan, pada Kamis (12/8/2021).

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan Yani Thamrin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Joniyansah serta nomor perwakilan OPD terkait lainnya.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Lampung Eka Yuslita Dewi, juga turut diikuti Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Sementara, pelatihan itu mengadirkan tiga narasumber yang menjelaskan terkait aksi 4 hingga 8 pada pelaksanaan konvergensi penurunan stunting.

Pada kesempatan itu, Eka Yuslita Dewi mengatakan, Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan program penurunan stunting sebagai prioritas program. Hal tersebut telah selaras dengan program prioritas dari pemerintah pusat terkait penurunan stunting pada setiap daerah di Indonesia.

“Provinsi Lampung telah menjadikan program penurunan stunting sebagai program prioritas. Jadi tentu saja sudah termasuk dalam visi dan misi Pemerintah Provinsi Lampung sekaligus kabupaten/kota yang menjadi lokus penurunan stunting tahun 2021,” kata wanita yang biasa disapa Eka ini.

Lebih lanjut Eka menambahkan, Pelatihan Penyegaran Konvergensi Penurunan Stunting untuk aksi 4 hingga aksi 8 tersebut sangat baik untuk diselenggarakan. mengingat banyaknya kemajuan yang telah dilakukan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung pada aksi 1 hingga aksi 4.

“Alhamdulillah, saya mengapresiasi untuk kawan-kawan di kabupaten/kota di Provinsi Lampung karena sudah banyak melakukan banyak kemajuan untuk aksi 1 sampai 4,” ucapnya.

Eka berharap, kegiatan pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh peserta pelatihan dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Terutama terkait dengan implementasi aksi 4 dan aksi 5 pada jonvergensi penurunan stunting.

“Manfaatkan dengan baik kegiatan ini. Apa yang menjadi kendala dan hal-hal yang ingin kita diskusikan terkait beberapa perubahan regulasi, khususnya untuk kawan-kawan yang ada di kota, bagaimana nanti untuk mengimplementasikan empat dan limanya,” katanya.

Sementara itu, Team Leader TAP Pusat Kurniawan Zulkarna mengungkapkan, adanya stunting bukan hanya dipengaruhi oleh tingkat kemiskinan seseorang atau masyarakat. Namun kepemimpinan juga karena rendahnya kepedulian akan hal tersebut.

Selain itu kata Zulkarnain, juga dapat disebabkan karena kurangnya koordinasi, konvergensi, konsultasi antar pemangku kepentingan yang menangani permasalahan stunting di masing-masing daerah.

“Anak yang stunting bukan milik orang-orang miskin saja. Tapi banyak juga orang-orang yang punya. Ini karena kurang peduli munculah namanya stunting,” tulisnya.

Oleh karena itu, lanjut Kurniawan, perlu dilakukan pelatihan terkait konvergensi penurunan stunting. Dimana, konvergensi tersebut merupakan manajemen penurunanan stunting dari Delapan Aksi yang dilaksanakan guna mempercepat penuntasan stunting.

Aksi Konvergensi tersebut dilakukan mulai dari proses perencanaan, penganggaran, implementasi, pemantauan dan evaluasi program atau kegiatan.

“Kita tahu lapangan, kita tahu pemetaan di masing-masing lokus. Jika kita ketahui maka kita dorong OPD untuk mensuplay program-program baik dari APBD atau dari pusat,” katanya. (Red)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi