LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Desa Banjarsuri di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, lahir melalui proses panjang pemekaran wilayah. Sebelum resmi menjadi desa mandiri, kawasan Banjarsuri masih merupakan bagian dari Tiga desa induk, yaitu Desa Sukabanjar, Suak dan Desa Siring Jaha.
Ketiga desa tersebut memiliki cakupan wilayah yang cukup luas dengan jumlah penduduk yang terus bertambah pesat.
Seiring waktu, pelayanan pemerintahan dirasa kurang efektif karena jarak yang jauh dan beban administrasi yang besar. Warga yang tinggal di wilayah perbatasan ketiga desa induk itulah yang kemudian bermusyawarah bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, dan perangkat desa. Dari hasil musyawarah, disepakati untuk mengajukan pemekaran desa baru agar pelayanan lebih dekat, pembangunan lebih merata, dan masyarakat lebih mudah mengakses pemerintahan.
Usulan tersebut akhirnya disetujui oleh pemerintah daerah, dan wilayah hasil pemekaran dari tiga desa induk tersebut resmi ditetapkan sebagai Desa Banjarsuri.
Nama Banjarsuri dipilih dengan makna filosofis: Banjar berarti kelompok atau pemukiman masyarakat, sementara Suri berarti cahaya. Nama ini melambangkan harapan agar desa baru menjadi tempat yang rukun, terang, dan membawa kesejahteraan bagi warganya.
Pada masa awal berdiri pada tahun 2012, pemerintah menunjuk Rojulin sebagai kepala desa sementara untuk memimpin jalannya pemerintahan serta mempersiapkan pemilihan kepala desa definitif.
Setelah situasi pemerintahan dianggap siap, pada tahun 2015 dilaksanakanlah pemilihan kepala desa pertama secara langsung oleh masyarakat. Dari hasil pemilihan itu, terpilihlah Rojulin sebagai Kepala Desa Banjarsuri pertama.
Kepemimpinan Rojulin menjadi titik awal perjalanan panjang pembangunan desa. Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana, beliau bersama perangkat desa dan masyarakat mulai menata infrastruktur, membuka jalan penghubung, membangun fasilitas ibadah dan pendidikan, serta memperkuat pelayanan masyarakat. Semangat gotong royong menjadi modal utama masyarakat Banjarsuri pada masa-masa awal berdirinya.
Kini, Desa Banjarsuri terus berkembang menjadi desa yang mandiri. Dari awalnya mengandalkan sektor pertanian, masyarakat mulai bergerak dalam perdagangan, perkebunan, hingga usaha kecil menengah. Perkembangan ini menjadi bukti bahwa semangat pemekaran dari tiga desa induk telah membuahkan hasil nyata bagi generasi penerus.
Perjalanan sejarah pemekaran ini bukan hanya catatan masa lalu, melainkan juga menjadi warisan semangat untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan, dan gotong royong demi kesejahteraan masyarakat Desa Banjarsuri.
Penutup
Sejarah terbentuknya Desa ini menjadi landasan penting bagi pembangunan desa di masa kini maupun masa mendatang. Nilai kebersamaan, gotong royong, dan semangat para pendiri desa menjadi warisan yang harus terus dijaga oleh seluruh generasi. Harapannya, Desa Banjarsuri dapat terus berkembang menjadi desa yang “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafūr,”
Ditulis oleh: Sugeng,
Salah satu perintis jalannya pemekaran Desa.
Selasa 18 November 2025.