Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (1 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (1 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (6 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu)
INFODESA 12 April 2025, 08:04 WIB 2,079 PDF

Sejumlah Rumah Warga Retak-retak Diduga Akibat Blasting Tambang Batu ONT, Warga Minta Perusahaan dan Pemerintah Memperhatikan Dampak Lingkungan

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Sejumlah Rumah Warga Retak-retak Diduga Akibat Blasting Tambang Batu ONT, Warga Minta Perusahaan dan Pemerintah Memperhatikan Dampak Lingkungan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Sejumlah rumah warga di Dusun IV Sudul Desa Sukamarga Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan,mengalami keretakan pada dinding dan lantai, yang diduga kuat akibat aktivitas peledakan (blasting) dari tambang batu milik PT Optima Masa Tujuh (ONT) yang beroperasi di wilayah tersebut.

Warga mengaku mulai merasakan getaran hebat setiap kali terjadi peledakan di area tambang, yang jaraknya kurang lebih 1 Kilo meter dari permukiman. Getaran tersebut menyebabkan kerusakan ringan hingga dan berat pada sejumlah bangunan rumah.

“Awalnya hanya retak kecil di pojok dinding, tapi lama-lama makin melebar. Setiap kali ada ledakan, rumah saya bergetar seperti gempa,” ujar Anisa (45), salah satu warga terdampak.

Ia berharap pihak perusahaan dan pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan dampak lingkungan dan sosial dari kegiatan pertambangan ini. Mereka meminta agar dilakukan evaluasi ulang terhadap jadwal dan prosedur blasting, termasuk kemungkinan relokasi warga terdampak atau pemasangan alat peredam getaran.

“Kami tidak menolak investasi, tapi kami juga ingin hidup tenang. Harapan kami, ada solusi nyata yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.

Menurut data sementara dari perangkat desa, setidaknya terdapat 10 rumah yang mengalami kerusakan serupa. Warga telah melayangkan protes kepada pihak perusahaan tambang, namun hingga kini belum ada tanggapan resmi.

Sementara itu Kepala Desa Sukamarga Siandiantori, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang dialami warganya. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak tinggal diam dan telah mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti keluhan warga.

“Kami sudah menerima banyak laporan dari warga terkait kerusakan rumah mereka. Setelah kami cek ke lapangan, memang benar ada sejumlah rumah yang mengalami retak-retak. Kami menduga ini akibat dari aktivitas blasting tambang batu yang jaraknya cukup dekat dari permukiman,” ujar Sianturi, saat ditemui di kantor desa, Jum,at (11/4/2025)

“Kami sudah meminta kepada pihak PT ONT agar menghentikan sementara aktivitas blasting, jika ini masih terus dilakukan tanpa prosedur keselamatan lingkungan maka akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah.”tegasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi infodesanews.com, peristiwa serupa telah terjadi pada tahun 2020 lalu, kerugian yang timbulkan oleh pengaruh aktivitas peledakan batu dari PT. Optima Nusa Tujuh (ONT) yang di duga kuat kurang mempertimbangkan dari sisi warga tersebut, bukan hanya sebatas material, namun immaterial juga dirasakan warga.

Salah seorang tokoh masyarakat Juma’in (54) menuturkan. Pada tahun 2020 lalu, puluhan rumah warga di dusun setempat mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan berat akibat dampak Blasting. Selain rumah warga pun fasilitas umum seperti tempat ibadah dan pendidikan juga mengalami kerusakan yang sama.

“Bukan hanya kerusakan pada pemukiman. Dahsyatnya ledakan dan getaran blasting menimbulkan trauma bagi sebagian besar warga.”kata dia.

Hingga berita ini kami turun belum ada keterangan dan tanggapan resmi dari pihak PT Optima Masa Tujuh (ONT) tambang batu. (red)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi