Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Polres Blora Bongkar 5 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan (4 jam yang lalu) • 63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim Tekankan Tanggung Jawab Lebih Besar (6 jam yang lalu) • Revitalisasi KB Aisyiyah Dologan: Bangunan Baru, Semangat Baru untuk Anak Usia Dini (7 jam yang lalu) • Teguhkan Nilai-Nilai Pancasila Danramil Tenggarong Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (8 jam yang lalu) • Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (10 jam yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (19 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (21 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (1 hari yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (1 hari yang lalu)
INFODESA 17 Desember 2020, 20:50 WIB 473 PDF

Sekam Sebagai Alternatif Pakan Ternak

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Sekam Sebagai Alternatif Pakan Ternak
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

WONOGIRI – INFODESANEWS, Walaupun upaya inovatif yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Klunggen Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri belum meraih prestasi juara dan hanya masuk nominator 10 Besar kategori Desa/Kelurahan Paling Inovatif dalam ajang Wonogiri Innovation Award 2020 beberapa waktu lalu (16/12). Namun, upaya menjadikan sekam atau mrambut sebagai alternatif pakan ternak sapi, tetap layak untuk diapresiasi.

Parmi Amy, Pendamping Desa Kecamatan Slogohimo. (Foto: istimewa)

Kehadiran Pemerintah Desa Klunggen di tengah warga dalam upaya pemberdayaan masyarakat terutama petani peternak patut diacungi jempol. Tanpa kenal lelah, kepala desa bersama perangkat desa terus melakukan berbagai upaya agar para petani ternak dapat mencapai derajat kemakmurannya.

“Mayoritas warga Desa Klunggen adalah petani. Maka sudah selayaknya apbila potensi sumber daya alam yang dimiliki kita padukan dengan sumber daya lainnya untuk pemberdayaan masyarakat; khusunya petani ternak. Di sisi yang lain, harga pakan ternak berupa pelet tentu tidak terjangkau petani ternak, belum lagi pada musim kemarau selalu kesulitan pakan. Maka kita lakukan terobosan dan upaya inovatif agar permasalahan pakan ternak dapat diselesaikan,” ujar Lamino, Kepala Desa Klunggen.

Lamino juga mengakui bahwa upaya yang dilakukan ini tentu belum maksimal maka di waktu mendatang akan terus dilakukan upaya perbaikan dengan memanfaatkan dana desa untuk teknologi tepat guna hingga program budidaya pakan sampai tujuan menjadikan Desa Klunggen sebagai lumbung ternak dapat terwujud.

Salah satu motor penggerak dari unsur perangkat desa adalah Prapto yang merupakan Sekdes Klunggen sekaligus petani ternak sapi. Prapto dengan suka rela berkeliling dusun dan berbagi ilmu kepada petani ternak bagaimana membuat pakan alternatif untuk ternak sapi.

“Bahan baku berupa sekam atau mrambut dicampur dengan gaplek dan umbi kering kemudian kita giling dengan mesin hummer, setelah menjadi tepung lalu kita campur dengan EM4. Selanjutnya kita lakukan pemeraman atau fermentasi selama sehari. Hasil fermentasi itu kita campur dengan air bersih untuk komboran sapi,” urai Prapto.

Perbandingannya kisaran lima kilogram bahan baku dicampur dengan EM4 sebanyak 250 mililiter. Sementara takaran untuk pakan ternak sapi yang ideal per ekor per hari kisaran 5-6% dari berat tubuh sapi. Prapto menambahkan, bahwa EM4 merupakan fermentator pakan ternak untuk menjaga keseimbangan mikroorganisme menguntungkan dalam pencernakan ternak sehingga akan banyak nutrisi yang dapat diurai dan diserap serta meningkatkan daya cerna pakan.

Pakan fermentasi memang menjadi andalan bagi petani ternak karena memiliki berbagai keunggulan, diantaranya: menambah nafsu makan ternak, mengurangi tingkat kematian bibit, memperbaiki kesuburan ternak, memperbaiki mutu daging dan mencegah bau tidak sedap pada kotoran ternak sehingga kandang menjadi lebih higienis.

“Munculnya inovasi desa berawal dari program bursa inovasi desa di Kabupaten Wonogiri sejak 2018. Setiap kecamatan membentuk TPID yang terbagi dalam cluster di mana Wonogiri timur terkelompok dalam cluster 5 yang terdiri dari Kecamatan Purwantoro, Puh Pelem, Bulukerto, Kismantoro dan Slogohimo,” ungkap Parmi Amy, Pendamping Desa Kecamatan Slogohimo.

Amy menandaskan, desa-desa se kecamatan Slogohimo diharapkan dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki dan melakukan inovasi untuk menyisasati perkembangan jaman seiring upaya percepatan penanggulangan kemiskinan dan upaya mencapai kesejahteraan masyarakat desa.

(Kun Prastowo/Herki Mahendra)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi