Sabtu, 3 Oktober 2026
TERKINI
• Plat Besi Bikin Curiga,Polisi Temukan 27 Kilogram Sabu Di Innova (2 jam yang lalu) • Laporan Seno Aji:OMBUDSMAN Periksa Ulin Nuha Kepala BPN Bandar Lampung (2 jam yang lalu) • Musrenbangdes Di Desa Marga Agung Tahun 2027 Fokus Pada Infrastruktur Dan Pertanian (2 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Marga Kaya Ikuti RPJMDes (3 jam yang lalu) • Musrenbangdes Desa Gedung Harapan Tahun 2027 Fokus Pembangunan Jalan Lingkungan (4 jam yang lalu) • Pemkab Lamsel Buka Akses Dokumentasi Kegiatan, Tinggal Scan QR Code Bisa Unduh Gratis (6 jam yang lalu) • Kementerian Kehutanan Dorong Pengelolaan Perhutanan Sosial Berkualitas di Blora (6 jam yang lalu) • Pemkab Blora Akan Undang Kementerian PU Bahas Progres Bendungan Cabean dan Karangnongko (6 jam yang lalu) • Musrenbangdes Di Desa Rejomulyo Tahun 2027 Fokus Pada Pembangunan Infrastruktur (6 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Anyar Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (7 jam yang lalu)
INFODESA 23 April 2021, 11:34 WIB 2,250 PDF

Selama 51 Tahun Jembatan Sungai Way Huwi Belum Tersentuh Perbaikan

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Selama 51 Tahun Jembatan Sungai Way Huwi  Belum Tersentuh Perbaikan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Selama 51 tahun lamanya Jembatan yang menghubungkan dua Kabupaten, Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur yang terletak di Desa Purwotani Kecamatan Jatiagung Lampung Selatan itu tidak ada perhatian dari kedua Kabupaten tersebut.

Jembatan yang milantas diatas Sungai Way Huwi yang terletak di Perbatasan Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur, itu merupakan satu satunya akses jalan penghubung antara Desa Purwotani Kecamatan Jatiagung dan Desa Sindang Anom Kecamatan Marga Sekampung Lampung Timur,

Menurut salah seorang perangkat desa setempat, Jembatan yang menghubungkan dua Kabupaten tersebut belum tersentuh perbaikan hingga saat ini.

“Jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar 5 meter itu kondisinya sangat menghawatirkan bagi pengguna jalan, bahkan bengunannya sudah miring akibat bagian sayap dan pondasi bangunan sudah ambrol. Jika kondisi seperti itu tidak ada perhatian khusus, maka tidak menutup kemungkinan suatu saat akan menelan korban, karena itu satu-satunya akses yang dilalui oleh masyarakat dari dua Kabupaten.”kata Maryono. pada infodesanews.com, saat mendampingi Anggota DPRD Lampung Selatan dalam kunjungannya. Jum,at (23/4/2021)

Diceritakan, Jembatan itu dibangun pada tahun 1970 oleh perusahaan PT Mit Segora, dulu yang punya Jepang, Mit Segora itu pergi dari lokasi kita ini pada tahun 1984, Karena HGU nya habis dan bangkrut. Jadi Jembatan itu peninggalan orang Jepang diwaktu PT Mit Segora miliknya masih beroperasi.

“Waktu itu orang Jepang mengontrak lahan untuk dibuat pabrik dan ditanami Singkong,Jagung dan Surgum. Karena HGU nya antau masa kontraknya habis dan Pailit akhirnya pemilik PT yang diketahui bangsa Jepang itu minggalkan Indonesia pada tahun 1984. Jadi Jembatan itu dibangun oleh mereka pada tahun 1970 an, artinya Jembatan tersebut adalah peninggalan orang Jepang disaat masih mengelola perusahaan di kawasan itu.”paparnya.

“Kami berharap dengan di kunjungi oleh bapak Akyas DPRD selaku perpanjangan lidah masyarakat dapat menyampaikan kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan keselamatan dan keamanan masyarakat dengan membangun jembatan, jangan menunggu terjadi hal yang tidak kita inginkan.”pungkas Maryono penuh harap. (red)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi