LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Jumat 3 Oktober 2025 pukul 07.30 wib pagi, halaman kantor DPRD mendadak riuh. Bukan oleh rapat paripurna atau sidang, melainkan oleh suara sapu lidi, mesin rumput, dan canda tawa staf hingga Kabag yang kompak turun gotong royong.
Ada yang sibuk menyapu dedaunan, ada yang mondar-mandir angkat pot bunga, tapi ada juga yang lebih sering sibuk mencari posisi terbaik buat selfie. “Kerja bakti atau pemotretan, sih?” celetuk seorang staf sambil terkekeh, membuat yang lain terbahak.

Tak kalah seru, bukan hanya para Kabag Sekertaris Dewan (Sekwan) pun ikut turun tangan. Ada yang tampak serius mengangkat kursi tua, ada juga yang dengan santai jongkok bareng staf mencabut rumput liar. Sekat formalitas mendadak hilang, diganti peluh dan tawa yang bikin suasana cair.
Lucunya, di tengah kesibukan, ada satu staf yang tiba-tiba “menghilang”. Setelah dicari, rupanya ia sudah duduk manis di teras sambil pegang segelas kopi. “Ini namanya strategi, biar nggak rebutan kopi pas selesai,” kilahnya, disambut gelak tawa teman-temannya.
Begitu kerja selesai, meja pun penuh dengan suguhan sederhana: kopi panas, teh hangat, dan penganan kecil. Obrolan ngalor-ngidul pun mengalir, mulai dari gosip bola, cerita anak sekolah, hingga lelucon siapa yang paling banyak keringat padahal kerjanya cuma sedikit.
Hari itu, gotong royong bukan sekadar bersih-bersih halaman kantor. Ia menjelma jadi ruang kebersamaan, lengkap dengan keringat, canda, dan sedikit “aksi ngilang” yang justru bikin momen makin hangat. (Re/penulis Sugeng)