LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan bakal berlangsung semarak. Ribuan warga akan tumpah ruah menyaksikan pawai budaya kolosal yang menampilkan 1.000 penari Tari Tuping 12 Wajah, ikon seni tradisional khas Lampung Selatan yang sarat makna filosofis.
Atraksi budaya ini digadang menjadi magnet utama dalam rangkaian peringatan HUT tahun ini. Ribuan penari dari berbagai kecamatan akan menari serempak di sepanjang jalan protokol Kalianda, mempersembahkan ragam ekspresi dan gerak yang menggambarkan karakter manusia dalam kehidupan sosial.
Hal tersebut disampaikan istri Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat membuka kegiatan Pelatihan Pembuatan Tuping 12 Wajah bagi guru kesenian SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Lampung Selatan, di Aula SMK Negeri 1 Kalianda, Rabu (8/10/2025),
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lampung Selatan yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, menyampaikan bahwa penampilan seribu penari tersebut merupakan bentuk kebanggaan sekaligus wujud nyata pelestarian budaya lokal.
“Tari Tuping 12 Wajah adalah simbol kehidupan dan keberagaman masyarakat Lampung Selatan. Melalui pementasan seribu penari ini, kita ingin menunjukkan kepada Indonesia bahkan dunia bahwa daerah ini memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan layak dibanggakan,” ujar Zita Anjani.
Ia menambahkan, pawai budaya ini bukan hanya hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah edukasi dan promosi pariwisata daerah.
“Kita ingin agar seni dan budaya Lampung Selatan menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif masyarakat dan pelaku seni, tradisi ini akan terus hidup dan berkembang,” tambahnya.
Selain Tari Tuping 12 Wajah, pawai budaya juga akan menampilkan tari Kiamat, serta tarian khas Lampung Selatan lainnya. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya daerah serta memperkuat identitas Lampung Selatan sebagai kabupaten yang kaya akan warisan seni.
Kemeriahan pawai budaya ini akan menjadi pembuka dari rangkaian acara HUT ke-69 Lampung Selatan, yang juga dirangkai dengan berbagai kegiatan hiburan rakyat, festival kuliner, hingga pameran ekonomi kreatif.
“Kita akan tunjukkan pada dunia luar, bahkan nasional, bahwa Lampung Selatan memiliki anak-anak berprestasi yang membanggakan Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan, Hendra Jaya, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya daerah.
“Pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru kesenian dalam membuat produk ecraft lokal, sekaligus melestarikan seni dan tradisi di Kabupaten Lampung Selatan,” jelas Hendra. (Red/sumber lmhr-Kmf)