Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (3 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (3 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (4 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (4 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (19 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu)
INFODESA 08 Oktober 2025, 18:56 WIB 650 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Seribu Penari Tari Tuping 12 Wajah Siap Gebrak Panggung HUT ke-69 Lampung Selatan

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Seribu Penari Tari Tuping 12 Wajah Siap Gebrak Panggung HUT ke-69 Lampung Selatan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan bakal berlangsung semarak. Ribuan warga akan tumpah ruah menyaksikan pawai budaya kolosal yang menampilkan 1.000 penari Tari Tuping 12 Wajah, ikon seni tradisional khas Lampung Selatan yang sarat makna filosofis.

Atraksi budaya ini digadang menjadi magnet utama dalam rangkaian peringatan HUT tahun ini. Ribuan penari dari berbagai kecamatan akan menari serempak di sepanjang jalan protokol Kalianda, mempersembahkan ragam ekspresi dan gerak yang menggambarkan karakter manusia dalam kehidupan sosial.

Hal tersebut disampaikan istri Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat membuka kegiatan Pelatihan Pembuatan Tuping 12 Wajah bagi guru kesenian SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Lampung Selatan, di Aula SMK Negeri 1 Kalianda, Rabu (8/10/2025),

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lampung Selatan yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, menyampaikan bahwa penampilan seribu penari tersebut merupakan bentuk kebanggaan sekaligus wujud nyata pelestarian budaya lokal.

“Tari Tuping 12 Wajah adalah simbol kehidupan dan keberagaman masyarakat Lampung Selatan. Melalui pementasan seribu penari ini, kita ingin menunjukkan kepada Indonesia bahkan dunia bahwa daerah ini memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan layak dibanggakan,” ujar Zita Anjani.

Ia menambahkan, pawai budaya ini bukan hanya hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah edukasi dan promosi pariwisata daerah.

“Kita ingin agar seni dan budaya Lampung Selatan menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif masyarakat dan pelaku seni, tradisi ini akan terus hidup dan berkembang,” tambahnya.

Selain Tari Tuping 12 Wajah, pawai budaya juga akan menampilkan tari Kiamat, serta tarian khas Lampung Selatan lainnya. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya daerah serta memperkuat identitas Lampung Selatan sebagai kabupaten yang kaya akan warisan seni.

Kemeriahan pawai budaya ini akan menjadi pembuka dari rangkaian acara HUT ke-69 Lampung Selatan, yang juga dirangkai dengan berbagai kegiatan hiburan rakyat, festival kuliner, hingga pameran ekonomi kreatif.

“Kita akan tunjukkan pada dunia luar, bahkan nasional, bahwa Lampung Selatan memiliki anak-anak berprestasi yang membanggakan Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan, Hendra Jaya, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya daerah.

“Pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru kesenian dalam membuat produk ecraft lokal, sekaligus melestarikan seni dan tradisi di Kabupaten Lampung Selatan,” jelas Hendra. (Red/sumber lmhr-Kmf)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi