Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (1 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (4 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (11 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (11 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (12 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (14 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (15 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (1 hari yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
NASIONAL 11 Maret 2022, 21:01 WIB 2,077 PDF

Sinergi BPBD dan Komisi B DPRD Jateng Edukasi Identifikasi dan Sosialisasi DRB

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Sinergi BPBD dan Komisi B DPRD Jateng Edukasi Identifikasi dan Sosialisasi DRB
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana (DRN) di Jawa Tengah (Jateng). Kegiatan tersebut diselenggarkan atas sinergi antara anggota Komisi B DPRD Provinsi (Jateng), BPBD Jateng dan BPBD Kabupaten Blora ruang pertemuan Resto D’Joglo, Jumat (11/03/2022).

Kegiatan yang diikuti oleh tokoh masyarakat, kepala desa, organisasi masyarakat dan kepala kelurahan di wilayah Kecamatan Blora ini, lantaran ketiga institusi tersebut, lantaran sebegai menyelenggarakan kegiatan pelayanan informasi rawan bencana tahun 2022.

“Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Kabupaten/Kota di Jawa Tengah tahun 2020, terdapat 11 Kabupaten di Jawa Tengah memiliki kelas risiko tinggi sedang. Tidak ada satupun wilayah di Jawa Tengah yang aman dari bencana. Jadi wilayah Jateng merupakan wilayah yang rawan bencana,” kata Kepala BPBD Prov Jateng, Bergas C. Penanggungan melalui Kasi Rehab Rekonstruksi Bidang III BPBD Prov, Jateng, Sudarsono Agus Sarwono.

Menurut Agus Sarwono, hasil kajian risiko bencana Jateng 2020-2024, Jateng memiliki 14 jenis ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi dan berpotensi terjadinya korban harta bahkan jiwa. Disebutkannya, dari data tahun 2021, tercatat 1.830 kejadian bencana di Jawa Tengah dengan bermacam-macam jenis bencana.

Sedangkan data bencana tahun 2022, sampai dengan Februari, sudah tercatat sebanyak 625 kejadian bencana dengan rincian, banjir bandang 77 kejadian, angin puting beliung 275 kejadian,tanah longsor 226 kejadian, tanah gerak 6 kejadian, kebakaran 44 kejadian dan gelombang pasang serta gempa 0 kejadian.

“Masing-masing bencana memberikan dampak berupa korban jiwa serta kerugian dan kerusakan terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Bahkan pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun juga telah membawa dampak pada berbagai sektor, naik kesehatan, pendidikan, sosial, perdagangan, pariwisata dan lain-lain.

“Oleh karena itu budaya sadar bencana perlu kita tanamkan pada diri kita masing-masing dalam rangka mengurangi risiko bencana yang terjadi,” tegasnya.

Membekali diri dengan pemahaman upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana sangat perlu dilaksanakan agar kita siap menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Sementra itu, Anggota Komisi B DPRD Prov. Jateng, Abunafi menyampaikan bahwa kondisi Blora ini merupakan rawan bencana angin, kekeringan, kebakaran dan banjir. Bencana banjir biasa terjadi di wilayah Cepu dan sekitarnya yang sifatnya genangan. Selain itu kemudian kekeringan serta kebakaran.

“Terkait partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana di Blora dari dulu selalu gotong royong. Tidak pernah tidak. Belum lama ada kejadian kebakaran di Kelurahan Kedungjenar. Kompaknya masyarakat melakukan gotong royong menangani. InsyaAllah, selama yang saya tahu, di Blora, kekompakan masih terjaga,” jelas Mbah Abu, sapaan akrab Abunafi.

Terkait dengan bencana, lanjut Mbah Abu, harusnya yang kita lakukan adalah menyikapi jangan sampai terjadi.

“Agar tidak banjir, hutannya ya dipertahankan. Hutannya, jangan dirusak. Supaya tidak terjadi kekeringan, andai saja mengambil kayu, maka perlu dilakukan penanaman kembali,” tegas Mbah Abu.

Tugas kita sebagai manusia, tambah Mbah Abu, selain ikhtiar melaksanakan seperti tanam pohon dan lain sebagainya, yang tidak kalah pentingnya adalah selalu berdoa memohon kepada Allah SWT supaya terhindar bencana dari bumi kita.

Tak hanya Mbah Abu, anggota Komisi B DPRD Prov. Jateng lainnya, Prayogo Nugroho, menyampaikan, definisi bencana sudah lebih luas, tidak hanya bencana alam.

“Jadi cara terbaik untuk mengantisipasi bencana ya sedia payung sebelum hujan. Intinya begitu. Cuma problemnya bukan disitu. Problemnya adalah kemampuan kita untuk merubah kebiasaan. Pada awalnya kita banyak kesulitan untuk menyesuaikan dengan protokol kesehatan, nah kalau sudah terjadi baru sadar,” ucap Yoyok, sapaan akrab Prayogo Nugroho.***

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi