Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (3 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (4 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (6 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (6 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (6 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (14 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (14 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (14 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (22 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
INFODESA 08 Agustus 2024, 18:38 WIB 516 PDF

SPBU 3T Pagar Dewa, Tepis Isu Dugaan Penimbunan BBM

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

SPBU 3T Pagar Dewa, Tepis Isu Dugaan Penimbunan BBM
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

INFODESANEWS — Pihak Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) 26.348.06 di Kecamatan Pagar Dewa, Lampung Barat, bantah adanya isu dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Berdasarkan hasil investigasi, tidak ditemukan adanya dugaan penimbunan BBM yang dituding melalui pemberitaan salah satu media online.

Keberadaan SPBU 26.348.06 dengan menyandang status 3T karena lokasi yang terpelosok, membuat pendistribusian BBM dari Pertamani menjadi terlambat, sehingga timbulkan antrian.

Antrian di seputaran SPBU 26.348.06 di jalan Serengit merupakan pembeli masyarakat yang berada di 3 Kecamatan sekitar, karena jarak yang jauh dari rumah, mereka bertahan menunggu.
“Kami lebih baik menunggu, daripada kembali pulang, karena rumah jauh,” kata Rahman (47) warga sekitar.

Dijelaskannya, keterlambatan pendistribusian BBM tidak selalu terlambat, akan tetapi jika terjadi, masyarakat rela antri daripada harus kembali ke rumah.
“Tidak selalu telat, tapi kami setia menunggu,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai isu dugaan penimbunan BBM, Ia mengaku tidak pernah terjadi hal tersebut, karena sejak berdirinya SPBU 26.348.06 sekitar 4 tahun lalu, pendistribusian lancar, kecuali ada keterlambatan pengiriman.
“Setahu saya enggak pernah ada penimbunan, karena saya jadi pelanggan sudah lama disini,” katanya.

Hal senada diungkap pembeli lainnya, adanya isu-isu penimbunan BBM yang dituding melalui pemberitaan sudah diketahuinya, akan tetapi itu semua baru dugaan, semestinya oknum tersebut langsung datang mengecek kebenarannya.
“Bukannya saya membela SPBU, karena kalau terjadi apa-apa, kami juga yang rugi,” kata Rustam (41)warga lainnya.

Untuk menepis isu dugaan penimbunan BBM, semestinya instansi terkait turun ke lokasi yang dimaksud, agar tidak timbul fitnah, termasuk oknum yang memberitakan di temui, kalau tidak terbukti.
“Kalau tidak terbukti berarti tidak memakai kaidah jurnalistik yang menjunjung tinggi dengan melakukan investigasi dan konfirmasi,” ujar dia.

Sementara itu, saat di konfirmasi Manajer SPBU 26.348.06 Dedi membantah tudingan adanya dugaan penimbunan BBM, seperti informasi yang beredar.
“Tidak ada penimbunan, karena untuk kebutuhan disini aja terkadang kurang, bagaimana mau nimbun,” kata dia.

Ia mengaku selama menjalani usaha, taat dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta memenuhi segala bentuk kewajiban, termasuk membuat kebijakan melalui musyawarah melibatkan instansi terkait, tokoh masyarakat.
“Setiap membuat kebijakan kami selalu musyawarah, melibatkan instansi pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Semestinya, oknum yang membuat berita datang melihat lokasi, konfirmasi dan memahami peraturan pemerintah tentang migas, termasuk status SPBU 3T.
“Harusnya lebih profesional, karena kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, semua akan berdampak termasuk masyarakat 3 Kecamatan disini,” katanya. (rilis)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi