Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (14 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 26 April 2024, 16:18 WIB 1,143 PDF

Suhar Pujianto Respon Keluhan Petani, Sulitnya Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Suhar Pujianto Respon Keluhan Petani, Sulitnya Mendapatkan Pupuk Bersubsidi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Suhar Pujianto banyak menerima keluhan warga terkait permasalahan distribusi pupuk bersubsidi yang masih menjadi persoalan kalangan petani.

Hal tersebut diketahui saat Anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi PDI-Perjuangan itu melakukan reses pertamanya di tahun 2024 yang dipusatkan di dusun IV Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan, Senin (22/4/2024)

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri Kepala Desa Marjana dan sejumlah perangkat desa lainnya serta tokoh masyarakat tokoh pemuda dan tamu undangan.

Merespon kondisi tersebut ini anggota dewan Fraksi PDI-Perjuangan itu akan dikomunikasikan dengan dinas dan stakeholder terkait.

“Utamanya keluhan tentang pupuk subsidi masih dirasa sulit didapatkan petani, secepatnya keadaan ini akan kami sampaikan ke pimpinan dan segera kita bahas.”jelas Suhar.

Menurut Suhar, pemerintah harus mengevaluasi regulasi ketersediaan pupuk nasional, mengingat masalah pupuk bersubsidi menjadi kewenangan pemerintah pusat. Ia mengeklaim, saat ini penyaluran pupuk bersubsidi hanya mengacu kepada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK).

“Harus ada perubahan regulasi agar masalah penyaluran alokasi pupuk bersubsidi, itu tak selalu menimbulkan gejolak,” ujarnya.

Lebih lanjut, sejauh ini penyaluran alokasi pupuk bersubsidi menggunakan sistem RDKK. Sistem tersebut, kata dia, bertujuan untuk kebaikan agar penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran.

“Hanya prakteknya di lapangan tak sesuai harapan dan masih banyak petani kesulitan pupuk.”tandasnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah perlu mengevaluasi ulang dalam penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dari jumlah RDKK yang diajukan.

“Tentu akan kami usahakan apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat,” terangnya.

Dikatakan impian dan harapan menjadikan masyarakat yang sejahtera bersama merupakan perjuangan menjadi dewan.

“Oleh karena itu melalui jaring aspirasi menjadi dasar dalam menentukan kebijakan yang partisipatif menuju masyarakat sejahtera. (red)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi