Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (7 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (9 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (12 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (13 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (14 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (14 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (14 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 10 Maret 2024, 12:00 WIB 967 kali dibaca ~4 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Sultan Kotapinang XIV Berikan Gelar Dato Sri Utama

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Sultan Kotapinang XIV Berikan Gelar Dato Sri Utama
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

MEDA, INFODESANEWS – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo bersama Putra Sulung Megawati Soekarno Putri, Mohammad Rizki Pratama (Tatam) Mendapat Gelar Dato’ Sri Utama dari Sultan Kotapinang XIV.

Gelar tersebut diberikan di acara pertabalan atau penobatan Tengku Irvan Bahran menjadi Sultan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara.

Bergelar Seri Paduka Yang Mulia Yang Dipertuan Besar Tuanku Sultan Irvan Bahran Ma’moer Perkasa Alamsyah I, Irvan Bahran menjadi Sultan Kotapinang XIV (keempat belas), meneruskan tahta dari Sultan Ma’moer Perkasa Alamsyah.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa atas acara penobatan sahabat saya Tengku Irvan Bahran sebagai Yang Dipertuan Besar Kotapinang Sultan Irvan Bahran Ma’moer Perkasa Alamsyah I, yang tentunya akan memiliki tugas dan tanggungjawab yang tidak ringan untuk diemban.

Khususnya untuk mewujudkan visi besar mengangkat kembali adat budaya Melayu, mewujudkan bangsa Melayu yang makmur dan sejahtera, serta mengembalikan masa-masa kejayaan dan masa-masa keemasan bangsa Melayu.

Saya yakin dan percaya, Sultan Irvan Bahran Ma’moer Perkasa Alamsyah I, akan mampu menjalankan tugas dan tanggungjawab tersebut dengan sebaik-baiknya,” ujar Bamsoet saat menyampaikan sambutan di acara pertabalan Sultan Kotapinang di Kota Medan Sumatera Utara, Sabtu (9/3/24).

Hadir antara lain Sultan Langkat Azwar Azis Abdul Djalil Rachmadsyah, Sultan Deli Machmud Aria Lamanjiji Perkasa Alamsyah, Sultan Serdang Achmad Thalaa Shariful Alamsyah, Sultan Asahan M Iqbal Alvinanda Abdul Djalil Rachmadsyah, Sultan Palembang Iskandar Mahmud Badaruddin, Yang Dipertuan Kualuh Zainul Abidin serta Ketua Umum DPP Forum Silaturahmi Keraton Nusantara Brigjen (Pol) AA. Mapparressa.

Selain Bamsoet dan Tatam Soekarno Putra yang mendapat gelar Seri Ahli Mangku Negara Utama dengan gelaran Dato’ Seri Utama, yang memiliki makna Gelaran Seorang Pemimpin atau tokoh panutan yang memiliki kedudukan di masyarakat juga Lenny Sri Mulyani dan Dewi Puspa yang mendapat gelar masing-masing sebagai Seri Adhanareswari Caksana Utama.

Dengan gelaran Datin Seri Utama yang memiliki makna Seorang Wanita yang mulia dan bijaksana serta Seri Darmastuti Gayatri Utama dengan gelaran Datin Seri Utama, yang memiliki makna Seorang wanita yang penuh pengabdian dan menawan.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, Kesultanan Kotapinang pada mulanya bernama Kesultanan Pinang Awan. Kesultanan ini didirikan oleh Batara Sinomba.

Putra dari Sultan Alamsyah Syaifuddin yang berasal dari Kerajaan Pagaruyung. Wilayah kekuasaan Kerajaan Kotapinang ada di sekitar Sungai Barumun.

Sultan Batara Sinomba sukses menyatukan dua suku besar saat itu, yaitu Dasopang dan Tamba.”Setelah Jepang meninggalkan Indonesia pada tahun 1945, para sultan di Sumatera Timur menghendaki kedudukannya sebagai raja kembali dipulihkan.

Namun setahun kemudian, pergerakan anti kaum bangsawan dalam sebuah revolusi sosial Sumatera Timur, tidak menginginkan adanya pemulihan sistem feodalisme tersebut,” kata Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum UNPAD dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menerangkan, pada tanggal 3 Maret 1946 terjadilah peristiwa revolusi sosial besar-besaran secara serempak di Sumatera timur.

Kesultanan Kotapinang turut menjadi korban dari peristiwa revolusi sosial tersebut. Terjadi penjarahan, pembakaran istana dan pembunuhan terhadap sultan dan para kerabat kesultanan.

“Pada tanggal 7 Maret 1946 Yang dipertuan Besar Sultan Ma’moer Perkasa Alamsyah meninggal dunia, menjadi korban dari peristiwa revolusi tersebut.

Setelah meninggalnya Yang dipertuan Besar Sultan Ma’moer Perkasa Alamsyah, pada tahun 1946 Kesultanan Kotapinang masuk dalam bingkai NKRI, namun belum memiliki seorang kepala adat bergelar sultan,” urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, pada tanggal 14 Januari 2024, empat raja dari wilayah Kesultanan Kotapinang yaitu Raja Musa Hidayat, Dzurryat Raja di Si Sumut, Raja Syahrial Nasution, Dzurryat Raja di Pinang Awan, Raja Khailuddin, Dzurryat Raja di Air Merah dan Raja Darmansyah.

“Lebih lanjut, perwakilan Raja Distrik di Kotapinang, berkumpul dan bermufakat. Hasilnya, disepakati mengangkat Tengku Irvan Bahran Bin Tengku Mohammad Anwar bin Tengku Long Moestafa ibni Sultan Moestafa Ma’moer Perkasa Alamsyah menjadi Yang dipertuan Besar Sultan Kotapinang.

“Kesultanan Kotapinang memiliki sejarah panjang yang jika tidak diangkat dan dikemukakan dalam momentum adat bisa jadi akan terlupakan oleh generasi muda.

Tentunya kita tidak ingin, generasi muda bangsa kita semakin tercerabut dari akar budayanya, semakin abai dan lalai terhadap adat budayanya sendiri, karena terbawa oleh arus modernitas zaman dan globalisasi,” tegas Bamsoet.(red)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi