Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (2 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (9 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (9 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (11 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (12 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (13 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (1 hari yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (1 hari yang lalu)
INFODESA 16 Maret 2021, 21:12 WIB 2,232 PDF

Tahun 2021 Lamsel Menjadi Lokus Program Advokasi Nasional Gerakan Keamanan Pangan.

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tahun 2021 Lamsel Menjadi Lokus Program Advokasi Nasional Gerakan Keamanan Pangan.
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto membuka kegiatan Advokasi Keamanan Pangan di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, Selasa pagi (16/03/2021).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) itu, dihadiri Kepala Balai Besar POM di Bandar Lampung Susan Gracia Arpan, Ketua TP PKK Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto dan Wakil Ketua TP PKK Nuri Maulida Pandu.

Hadir juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Selatan Wahidin Amin beserta sejumlah pejabat utama dan Kepala OPD dilingkungan Pemkab setempat.

Dalam krisisnya, Nanang mengungkapkan, dirinya sangat mengapresiasi kehadiran BPOM di Bandar Lampung untuk melakukan berbagai kegiatan Advokasi Keamanan Pangan di Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan itu yakni, advokasi keamanan pangan desa, pasar aman dari bahan berbahaya dan pengawalan keamanan pangan jajanan anak sekolah.

“Insya Allah, akan kami dukung penuh kegiatan tersebut. Saya harap jajaran dinas terkait mendukung dengan kegiatan yang akan dilaksanakan secara optimal. Karena kegiatan ini juga sejalan dengan kegiatan swasembada gizi, ”ujar Nanang dalam menulis tertulisnya.

Nanang berharap, desa atau pasar yang menjadi lokus advokasi desa pangan aman, pasar aman dari bahan berbahaya harus benar-benar bebas dari narkoba, obat tradisional atau kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.

“Kita sebagai pintu gerbang Sumatera yang memiliki kualitas dibidang peternakan serta pertanian harus memiliki wadah atau pasar yang dikelola oleh BUMD, sehingga dapat menyuplai ke luar daerah,” tuturnya.

Sementara, Kepala Balai Besar POM di Bandar Lampung, Susan Gracia Arpan mengatakan, pada tahun 2021 Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu lokus Program Advokasi Nasional Gerakan Keamanan Pangan.

“Rinciannya satu intervensi untuk menjadi pasar pangan aman dari bahan yang berbahaya. Dan pasar yang telah dipilih dari hasil survei adalah Pasar Sidomulyo, ”ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, BPOM juga telah mengintervensi Pasar Kalianda sejak tahun 2017 hingga tahun 2019.

Bahkan tidak hanya pasar, BPOM juga telah memilih beberapa desa yang ada di Lampung Selatan yang akan diintervensi untuk program keamanan pangan desa.

“Diantaranya Desa Kalisari, Desa Kekiling, Desa Sumber Sari serta Desa Cinta Mulya,” sebutnya.

Setelah desa dan pasar, lanjut Susan, sasaran BPOM selanjutnya adalah memilih 50 sekolah yang ada di Lampung Selatan yang akan menerima sosialisasi pangan jajanan pangan usia sekolah.

“Nanti akan dipilih 12 sekolah yang akan dipilih lebih lanjut dalam kegiatan jajan pangan anak sekolah ini,” tutur dia.

Susan juga menuturkan, untuk ketiga program nasional ini, Provinsi Lampung telah meraih juara nasional yaitu pada program pengawalan jajanan anak usia sekolah se-Indonesia.

Menurutnya, program-program tersebut mampu mewujudkan koordinasi lintas sektor serta menggalang pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan bersama.

Selain itu, juga perlunya dukungan dan komitmen pemerintah daerah untuk mengawal keberlanjutan desa, pasar dan sekolah yang telah di intervensi dan mereplikasi program di kabupaten / kota.

“Kami juga telah mengajukan permohonan kepada bapak bupati untuk memperluas MoU (kerjasama) antara Lampung Selatan dengan Balai Besar POM di Bandar Lampung yang sudah berakhir pada tahun ini,” katanya. (lmhr / kmf)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi