Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (17 menit yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (1 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (2 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (2 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (4 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (8 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (18 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (18 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (23 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (2 hari yang lalu)
INFODESA 26 September 2023, 10:06 WIB 1,125 PDF

Tambah Penghasilan Seorang Guru Honorer Sambi Kebun Melon

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tambah Penghasilan Seorang Guru Honorer Sambi Kebun Melon
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS -Kemarau yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, selain berdampak pada tanaman padi juga berpengaruh kepada tanaman buah melon. Pasalnya, petani melon di desa Beringin Kencana Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan mengalami penurunan hasil panen hingga 50 persen, Selasa(26/9/2023)

Seperti yang dialami oleh Muhamad Lutfi Maulana (55) seorang petani melon di Desa Beringin Kencana, Kecamatan Candipuro Lampung Selatan yang baru menekuni menanam melon selama Dua bulan.

Lutfi mengaku, tanaman melon varietas Pertiwi miliknya di lahan kurang lebih 5.000 meter persegi ini terpaksa harus di panen sebelum masa panen. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerugian yang cukup besar.

“Biasanya masuk masa panen itu sudah berusia 60 hari, dan ini baru berusia 61hari. Karena gudang masih penuh kalau untuk cuaca yang seperti ini bagus kalau untuk jual,tapi kalau untuk perawatan susah karna kemarau ini jika nunggu sampai waktunya panen bisa-bisa lebih besar lagi,” kata Lutfi saat di temui di lokasi tanaman buah melon.

Baru satu kali panen di masa normal, lutfi mengaku mampu menghasilkan 1 ton enam kintal buah melon, “Panen ini di katakan normal baru pertama kali nanam hanya kekurangan air tidak bisa normal apa lagi cuaca panas kemarau berlebih sehingga tanaman kekurangan pasokan air dan membuat buah sulit membesar , bahkan daun banyak yang layu,” ujarnya.

“Sementara untuk harga buah melon saat ini juga harga buah melon mencapai Rp 7000 per kilo gram, untuk pengepul untuk harga di pasaran mencapai Rp 10000 saat ini . “Biasanya saya jual ke pengepul yang datang langsung ke sini,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi dan memperhatikan para petani di tengah kemarau yang melanda saat ini. “Semoga ada solusi dari pemerintah untuk para petani, karena sumber penghasilan terbesar di Kecamatan candipuro Kabupaten Lampung Selatan ini adalah hasil bumi,” harapnya.  (Bambang)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi