Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (13 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (16 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (19 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (20 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (20 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (20 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (21 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 18 September 2024, 08:07 WIB 1,962 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Targetkan Desa Mandiri, PMD Gelar Rakor Bersama Pendamping Desa

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Targetkan Desa Mandiri, PMD Gelar Rakor Bersama Pendamping Desa
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS – Rapat Koordinasi (Rakor) pendamping profesional se – Kabupaten Blora bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat (PMD) dan Desa tahun anggaran 2024 yang dilaksanakan di resto Nirwana Jalan Blora – Cepu, Kabupaten Blora. Selasa (17/9/2024).

Kepala dinas PMD, Yayuk windrati mengatakan, pembinaan kepada tenaga pendamping yang ada di Kabupaten Blora ini mengapresiasi kemarin hasil IDM Blora yang sebelumnya desa mandiri 4 sekarang menjadi 14.

“Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) apabila sudah tercapai di desa mandiri, sehingga dapat diapresiasi dan di evaluasi kedepannya pada 2025 ada hal-hal yang perlu dicermati terkait dengan pendataan,” terangnya

Dok. Kepala dinas PMD, Yayuk windrati (foto 2024).

Yayuk menambahkan, nanti akan mensupport data terkait dengan kemiskinan ekstrem kalau data itu data sebenarnya, yang paling siap yang bisa digunakan oleh desa terkait dengan perencanaan kalau misalnya data yang statistik itulah survive survei kemudian kembalinya bentuk.

“Di data juga warga desa by name by address, selain itu dalam aplikasi itu sendiri juga sudah ada seperti permasalahan pl-nya harus seperti apa,” ucapnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk mengawal kembali pendataan ekspedisi ini nanti coba kita cek kembali apakah di setiap desa sudah mengandalkan data tersebut.

Kalau misalnya Desa itu nanti sudah ada tingkat ketaatan dari pemerintah Desa terkait dengan perencanaan itu sendiri, otomatis IDM kita akan naik karena permasalahan sudah bisa teratasi dan dari Suistainable Development Goals (SDGs) itu kita jadi tahu sebenarnya untuk mengatasi supaya permasalahan itu bisa teratasi

Selain itu dapat diketahui lingkupnya dari mana, apakah itu kewenangan Desa, Kabupaten atau malah Pusat, sehingga tidak salah dari situ dapat dilihat sebenarnya stunting dan kemiskinan ekstremnya.

“Dikarenakan pendataan sebenarnya komplit aplikasi yang dari Kemendes ada aplikasi juga yang dari Mendagri bentuknya profil, sehingga pendamping dapat membantu karena semua tingkatan dimulai dari situ,” ujarnya

Lanjutnya, InsyaAllah perjalanan untuk bisa memecahkan permasalahan bisa, sedikit demi sedikit karena masalah itu akan bisa selesai apabila treatment-nya tepat. Sebenarnya kalau pendamping bisa, kita itu tidak ada masalah kadang komunikasinya dengan Desa itu bukan bermasalah tapi kadang-kadang ya memang SDM Desa itu tidak semuanya bisa.

Hal yang awalnya membuat cukup sulit adalah pembekalan yang betul-betul hanya satu kali memberikan materinya di awal namun setelah itu ada pelatih-pelatih yang diambilkan dari pejabat administrator hingga PNS, dan itu dari semua kabupaten yang ada di Jawa Tengah sehingga mereka dibimbing terus.

Sehingga saat ini mulai dari perencanaan sampai PKK ada materinya, artinya tahun 2025 harus berkomitmen yang baik, IDM-nya harus meningkat karena target Indonesia emas adalah Indeks Desa meningkat.(SM/Red)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi