SUKOHARJO – INFODESANEWS || Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) yang mengusung konsep Pelatihan Kewirausahaan Bagi Santri Pondok Pesantren Al Fateh Kartsura, resmi dibuka melalui acara sosialisasi dan pelatihan usaha, Sabtu (23/8/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan bagi santri di pondok alfateh yang didanai oleh LPPM Unisri Surakarta dalam skema pendanaan pengabdian masyarakat.
Acara ini dilaksanakan pada pukul 10.00–15.00 WIB dengan mengusung tema Kewirausahaan Untuk Kemandirian Pesantren. Acara dihadiri oleh berbagai pihak terkait, antara lain pimpinan pondok setempat, perwakilan mahasiswa dan dosen pelaksana, peserta santri yang mengikuti pelatihan usaha.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Adcharina Pratiwi. SE., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya mental usaha, dan kemanfaatan untuk kemandirian. Kegiatan ini membekali mental usaha dan mempraktekkan usaha yang berdampak pada kemandirian usaha santri.
Menurutnya, konsep kemandirian usaha ini mampu menciptakan usaha mandiri, terutama dalam olahan tepung seperti: tempe goreng, tahu goreng, pisang goreng dan lainnya agar mampu mengubah karakter konsumtif menjadi lebih mandiri dan produktif yang menghasilkan nilai ekonomi.
Sementara itu, Calista Rosyita Dewi, selaku mahasiswa menjelaskan sangat senang sekali mampu mengaplikasikan ilmu wirausaha yang di miliki dari kampus dan berdampak pada santri pondok, dengan kegiatan ini menjadi pengalaman dan menambah pengetahuan bagi mahasiswa.
Oleh karena itu, kegiatan pengabdian dosen dan kolaborasi dengan mahasiswa bersama mitra ini sangat manfaat bagi semua yang terkait. “Jika setiap santri mampu membuat usaha, maka pondok pesantren akan memiliki banyak potensi yang dikembangkan dan dijual ke masayarakat, yang berakibat pada peningkatan ekonomi dan kemandirian pesantren,” jelas Adcharina Pratiwi.
Pengelola pondok yang diwakili Ustadzah Eni Sholeha SE SPd, juga menyampaikan banyak terima kasih kepada team pengabdian, karena santri memahami konsep usaha dan praktek usaha langsung. Peralatan diberikan, bahan usaha juga diberikan oleh team pengabdi, tentu akan memperingan santri dalam berusaha.
Apresiasi positif disampaikan oleh perwakilan santri, sama sama memberikan apresiasi dan tanggapan positif, bahkan berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan di pondok pesantren alfateh. Karena pondok juga mengelola usaha diantaranya sari kedelai, sari kacang hijau dan aneka usaha lain, sehingga saling menopang dan melengkapi.
Tentu kegiatan ini sesuai harapan perguruan tinggi, model MBKM mahasiswa yang mampu mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan di masyarakat, serta mendukung ASTA Cita dan Sustainable Development Goals (SDGs). (*/redslo)