Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (3 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (5 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (5 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (10 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (11 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (12 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (13 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (13 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (20 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (20 jam yang lalu)
INFODESA 03 November 2022, 08:15 WIB 931 PDF

Terencana dan Terpadu, Henggar Tekankan Perlunya Sistem Penanggulangan Bencana

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Terencana dan Terpadu, Henggar Tekankan Perlunya Sistem Penanggulangan Bencana
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI – Di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Rabu (2/11), Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2022.

Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut, Sekda, Polresta, Dandim 0718/Pati, Satpol, dan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati beserta jajarannya.

Henggar dalam sambutannya mengatakan bahwa apel siaga bencana ini diharapkan akan menumbuhkan sinergitas dari seluruh elemen masyarakat dalam rangka meningkatkan semangat kepedulian terhadap bencana.

“Utamanya bagi para pemangku kepentingan harus memiliki persepsi yang sama dalam memberikan arahan dan kebijakan terkait langkah yang harus ditempuh dalam mencegah ataupun menghadapi bencana”, ujar Pj Bupati.

Hal ini, imbuh Henggar, patut menjadi perhatian mengingat wilayah Kabupaten Pati yang rentan terjadi bencana baik alam maupun nonalam.” maka dalam pidatonya, Pj Bupati pun mengingatkan tentang kejadian Juli 2022.

Dimana banjir bandang telah menerjang 26 desa di Kabupaten Pati akibat hujan deras yang mengguyur Lereng Gunung Muria sehingga membuat beberapa tanggul dan sungai tak mampu menampung debit air yang terus naik.

Sehingga setidaknya ada 42 rumah di Desa Bulumanis dan Tanjungrejo Kecamatan Margoyoso yang hanyut dan rusak dengan tingkat kerusakan berat hingga sedang.

Kemudian pada pertengahan Bulan Oktober, lanjut Henggar, bencana banjir juga terjadi kembali di beberapa wilayah seperti Desa Gabus dan Tanjung Anom Kecamatan Gabus, lalu Desa Kayen Kecamatan Kayen), serta Desa Tambaharjo Kecamatan Tambakromo, yang bahkan menyebabkan ratusan rumah rusak.

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya sampaikan terimakasih atas kontribusi dari berbagai pihak yang telah membantu korban bencana hingga mampu melewati masa recovery pasca bencana. Saya berharap ke depan jalinan kerjasama dan koordinasi yang baik dari seluruh elemen dapat semakin ditingkatkan” kata Henggar selaku Pj Bupati Pati saat diwawancarai awak media dilokasi.

Selain itu, lanjut Pj Bupati, juga perlu ditekankan upaya sistematis dan simultan dalam pencegahan atau mitigasi bencana yang tercermin dalam sebuah sistem penanggulangan bencana yang terencana dan terpadu.

“Dengan demikian dari implementasi sistem tersebut akan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk ikut serta menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kewaspadaan dan ketangguhan dalam mengurangi resiko bencana yang ditimbulkan baik korban jiwa maupun kerugian secara materiil/non materiil”, jelas Pj Bupati Pati.

Dalam mencapai upaya-upaya tersebut, menurut Pj Bupati, pemerintah daerah tentu tidak mampu bekerja sendiri sehingga diperlukan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat untuk saling berkolaborasi sesuai kapasitas dan kompetensinya masing-masing.

“Melalui momentum ini pula, perlu kita lakukan evaluasi bersama terkait kesiapan baik sumber daya, peralatan, fisik dan mental dalam tanggap bencana. Penguatan kapasitas dan daya tanggap para relawan pun perlu ditumbuhkan dalam menumbuhkan kemandirian bersama sehingga dapat meningkatkan kapasitas setiap personel sehingga mereka memiliki kemampuan dan kecepatan dalam bertindak”, imbuh Henggar.

Sementara itu, Kalakhar BPBD Pati Martinus Budi Prasetya menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan apel gabungan kesiapsiagaan bencana kali ini ialah Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2022 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2022 dan Peraturan Bupati Nomor 81 Tahun 2022 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2022.

Kegiatan yang mengusung tema Apel Siaga Bencana Sinergitas Pemerintah Daerah, TNI, Polri dan Relawan dalam Penanggulangan Bencana Alam Demi Keselamatan Bersama ini, diikuti 257 personel.

“Peserta apelnya berasal unsur TNI, Polri, Brimob, OPD teknis yang menangani kebencanaan, instansi terkait, forum / komunitas relawan kebencanan, Ormas peduli kebencanaan serta dari perwakilan dunia usaha”, tegas Martinus Budi Prasetya selaku Kalakhar BPBD Pati. (@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi