Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 20 Desember 2021, 22:06 WIB 1,978 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Tim Pengabdian UMS Lakukan Pendampingan Olahan Produk Pangan Berbahan Jamur

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tim Pengabdian UMS Lakukan Pendampingan Olahan Produk Pangan Berbahan Jamur
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SRAGEN – INFODESANEWS, Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Surakarta melakukan kegiatan pendampingan pada UMKM Gading Sukowati tentang pengolahan pangan berbahan jamur tiram di wilayah Plumbon kabupaten Sragen, Sabtu (11/12).

Tim pengabdian ini diketuai oleh Dr. Ambarwati, M.Si. dari Pendidikan Biologi FKIP UMS dengan  anggota Dr. Ir. Suranto, MM dari teknik Industri, Dra. Suparti, MSi dari Pendidikan Biologi FKIP UMS dan Aan Sofyan, MSc dari Prodi Ilmu gizi FIK UMS. Tim juga dibantu oleh Lina Agustina, MPd dari Pendidikan Biologi FKIP UMS, 5 mahasiswa dari Pendidikan Biologi FKIP UMS, 5 mahasiswa dari Teknik Industri dan 5 mahasiswa dari Prodi ilmu Gizi FIK UMS. 

Tim pengabdian memberikan pelatihan mengenai diversifikasi produk pangan dengan memanfaatan jamur tiram. Produk diversifikasi pangan yang dikenalkan antara lain yaitu nugget jamur, bakso jamur, dimpsum jamur serta kaldu jamur. Kegiatan ini diikuti oleh pengrajin jamur tiram dan ibu-ibu anggota PKK di Desa Plumbon Kabupaten Sragen.

Kegiatan PkM ini didanai dari Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil penelitian dan Purwarupa PTS Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021. PkM ini bertujuan untuk melatih kemampuan para pengrajin budidaya jamur di wilayah Plumbon, terutama kelompok petani jamur yang tergabung dalam UMKM Gading Sukowati. Selain itu kegiatan pendampingan ini dilakukan untuk memberikan gambaran peluang usaha produk pangan dengan memanfaatkan jamur.  Selama ini fokus usaha dari kelompok budidaya jamur UMKM Gading Sukowati hanya berfokus pada budidaya jamur dari mulai penyediaan bibit, baglog hingga menumbuhkan jamur sampai menghasilkan jamur segar. Setelah jamur segar dipanen kemudian langsung dijual kepada tengkulak atau pengepul. Hal ini tentunya akan menghasilkan pendapatan yang berbeda jika dibandingkan dengan menjual produk olahan pangan berbahan jamur. 

Keuntungan penjualan jamur yang dijual dalam bentuk segar lebih kecil bila dibandingkan dengan penjualan olahan produk jamur. Selain itu pada saat panen raya jamur, biasanya jamur akan melimpah dan hal ini akan menyebabkan harga turun karena stok jamur banyak sedangkan tingkat penyerapan terbatas. Apabila jamur segar tidak segera dijual bisa berpotensi mengalami kerusakan sehingga berpotensi merugikan petani jamur. Oleh karena itu pelaku usaha budidaya jamur perlu diberikan pengetahuan dan ketrampilan mengolah produk pangan dengan memanfaatkan jamur.

Menurut Dr. Ambarwati, MSi selaku ketua tim pelaksana kegiatan pengabdian, pelatihan diversifikasi produk pangan pada kegiatan pengabdian ini selain untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi para pengrajin budidaya daya jamur, juga memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar sehingga harapannya bukan hanya pengrajin jamur yang mendapatkan manfaat, namun seluruh masyarakat di sekitar Plumbon juga menerima manfaat dari kegiatan ini. Lebih lanjut Dr. Ambarwati, MSi mengatakan bahwa kegiatan pengabdian yang didanai oleh Setjen Diktiristek kerjasama dengan UMS ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh di masa Pandemi Covid-19. “Melalui kegiatan ini akan tumbuh usahawan baru di era pandemik ini dalam bidang pangan yang berbasis jamur,” harapnya. (Anto/Her)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi