Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (13 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (20 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 17 Desember 2021, 11:33 WIB 2,285 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Tingkatkan Kualitas Guru, Pemkot Solo Gandeng Platform Digital Hafecs

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tingkatkan Kualitas Guru, Pemkot Solo Gandeng Platform Digital Hafecs
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO — INFODESANEWS, Programme for International Student Assessment (PISA) mencatat kualitas literasi di Indonesia masih sangat rendah. Hal itu yang kemudian mendorong Pemkot Solo pun menggendong platform digital Hafecs dan Guru Inovatif, untuk mengukur kualitas pendidikan di Kota Solo. “Masa pandemi Covid-19 ini guru dituntut untuk memberikan pembelajaran yang berbasis blended learning,” ujar Chief Business and Innovation Guru Inovatif William Rahadi, Kamis (16/12).

Ia menyebut untuk di Solo ini ada sebanyak 3.212 guru dan 12.300 murid yang dilibatkan dalam program pengawasan dan pelatihan. Untuk itu program dari Hafecs dan Guru Inovatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Solo. “Dengan menggunakan metode blended learning, baik secara literasi maupun secara numerasi bisa tingkatkan kualitas guru,” katanya.

Ia mengatakan sebelum mengikuti program ada pretest dan tes untuk mengetahui angka literasi dan numerasi guru dan murid. Setelah pembekalan selama dua bulan, kata dia, diharapkan ada peningkatan dari para guru dan murid dalam mendidik siswa. Dari sisi guru, ada peningkatan kualitas 20 persen dalam metode pembelajarannya. “Sebelum mendapat pembelajaran angkanya berada di posisi 60 persen, setelah mendapat pembekalan menjadi 80 persen,” tutur dia.

Begitu juga murid yang awalnya hanya berada di posisi 50 persen, lanjut dia, juga meningkat menjadi 68 persen. Rencananya program ini akan dilanjutkan di beberapa kota lain, seperti Jakarta dan Surabaya. “Solo kita pilih karena saat ini menjadi pusat perhatian secara nasional. Kabupaten lainnya di Soloraya juga menjalankan program ini,” ucap dia. Ia menambahkan berdasarkan hasil literasi numerasinya, Solo berada di peringkat ketiga. Untuk peringkat pertama dari sisi guru diraih Karanganyar, sedangkan dari  murid diperoleh Sukoharjo. (ism/tl/hr/*)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi