Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (6 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (8 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (8 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (13 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (13 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (15 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (15 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (16 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (23 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (23 jam yang lalu)
INFODESA 22 Januari 2019, 07:04 WIB 451 PDF

TPA Kudus Cemari Lingkungan

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

TPA  Kudus Cemari Lingkungan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

KUDUS, INFODESANEWS – Tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Tanjungrejo yang notabennya menjadi satu – satunya tempat pembuangan sampah dari segala penjuru kabupaten kudus, dalam pengelolaannya tidak dilakukan secara baik hingga mencemari lingkungan. Pengelolaan yang tidak baik, salah satunya terjadi pada instalasi pengelahan air limbah (IPAL).

IPAL yang seharusnya sebagai penyaring air limbah dari TPA ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Air limbah yang mengalir setiap hari dari ipal masih kotor dan berwarna hitam. Pencemaran terparah terjadi di sungai jati pasehan yang menjadi muara aliran limbah dari TPA.

Terkait pencemaran sungai jati pasehan, sebulan yang lalu sungai ini hingga berbau khas kotoran, pencemaran juga mengakibatkan ikan di sungai ini mati.

Hal lainnya, sungai jati pasehan masih difungsikan warga untuk mandi dan mencuci, lbh banyak lagi yang memfungsikan ketika musim kemarau. Warga juga masih banyak yang menggantungkan hidupnya dari mencari pasir di sungai ini.

Dalam hal pencemaran, warga pernah mengadukan ke instansi terkait, namun aduan warga tidak ada tindak lanjut untuk pembenahan.

“Kami sebulan yang lalu pernah melaporkan pencemaran TPA, namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya” ungkap pi’i salah satu warga Tanjungrejo.

Umam warga Tanjungrejo lainnya juga menerangkan, pencemaran air limbah TPA juga terjadi pada kebun ketela, kebun yang pernah taraliri air limbah, berakibat pohon ketela daunnya mengering dan mati. Itu bukti bahayanya air limbah TPA bagi mahluk hidup.

“Pohon ketela saja yang pernah terairi limbah pada mati, apalagi manusia” kata umam.

Pencemaran sungai bukan hanya dari IPAL, Dinding tembok sebelah barat TPA juga roboh sepanjang kurang lebih dua puluh meter. Dari dinding yang roboh ini, air rembesan dari sampah yang berwarna hitam pekat mengalir langsung ke sungai tanpa tersaring IPAL.

Dari UPT TPA Tanjungrejo ketika diklarifikasi terkait pencemaran dari air limbah TPA, hanya ditemui oleh setaf, 21/01/2019, dirinya akan menyampaikan ke pimpinannya, dan tidak berani memberikan kepastian, kapan pembenahan TPA. “saya tidak berani memberikan kepastian kapannya, itu kewenangan kepala UPT, nanti akan saya sampaikan” terang sutiyono.***RZ

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi