Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 09 September 2022, 10:40 WIB 2,515 kali dibaca ~1 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Tradisi Blangkon, Hari Ini Dipamerkan di Pelataran Loji Gandrung

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tradisi Blangkon, Hari Ini Dipamerkan di Pelataran Loji Gandrung
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO, INFODESANEWS | Beragam penutup kepala khas pelengkap busana yang dalam tradisi Jawa disebut “blangkon”, mulai hari ini dipamerkan kepada khalayak dalam “Blangkon Fest” atau Festival Blangkon selama 3 hari, Jumat – Minggu (9-11/9/2022), di pelataran rumah dinas Wali Kota Solo “Loji Gandrung”.

Dalam festival yang diinisiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Solo dan baru pertama digelar pada 2022 ini, jumlah peserta baru sebanyak 80 perajin ikat kepala blangkon yang sebagian besar bermukim di Kampung Blangkon Potrojayan, Kecamatan Serengan, Solo.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Gembong Hadi Wibowo, menjelaskan kepada awak media, ikat kepala yang disebut blangkon sebenarnya busana tradisional yang tidak hanya dikenakan masyarakat Surakarta dan Yogyakarta.

Masyarakat di luar kedua daerah, seperti di Jawa Barat di antaranya Cirebon dan Bandung, di Jawa Timur seperti Madura dan Surabaya, di Bali, di Sumatera dan lain-lain, juga punya tradisi mengenakan ikat kepala semacam blangkon.

“Blangkon Fest pertama ini baru diikuti perajin blangkon di Kota Solo, yang dalam sejarah dalam membuat blangkon ada kaitan dengan keraton. Pokdarwis Kota Solo ingin mengenalkan blangkon untuk daya tarik wisata. Pada festival mendatang, kita akan mencoba melibatkan para perajin penutup kepala tradisional itu dari daerah lain,” ujar Gembong. (dra/red slo)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi